Tuesday, April 21, 2009

SEIKO 5 Diver 'Baby Monster' SNZF51

Sepintas Seiko Diver ini mirip sekali penampilannya dengan pendahulunya Seiko monster. Karena itu orang menyebut tipe-tipe seiko diver seperti ini dengan 'baby monster'. Seiko ini adalah tipe diver dari kelompok Seiko 5. Frankly speaking, saya sebenarnya ada sedikit 'alergi' dengan jam-jam tipe seiko 5. Entah kenapa setiap mau beli seiko tapi begitu lihat ada tulisan angka 5 mood menjadi berkurang. Mungkin karena Seiko 5 identik dengan Seiko 'sejuta umat' yang sangat banyak variasi desainnya dan dengan harga yang 'biasa-biasa saja' serta tentu saja harga yang sangat terjangkau. Ada seorang rekan sehobi yang juga alergi dengan angka 5 pada dial seiko bahkan melepasnya saat dia naksir jam seiko 5 military.

 
Pertama kali saya lihat gambar jam ini di forum kaskus dan saya langsung jatuh cinta pada penampilannya yang maskulin. Seiko 'baby monster' ini mungkin dibuat karena kepopuleran seniornya Seiko monster. Sebutan baby saya rasa bukan dari segi dimensinya, karena dimensi seiko ini sama dengan seiko monster yaitu sekitar 41mm. 

Sala satu hal yang saya sukai dari seiko ini adalah desain bezel yang menurut saya lebih baik dari seiko monster. Bezel berwarna hitam dengan marker angka putih sangat kontras. Seiko baby monster memiliki beberapa variasi desain warna dial dan bezel. Bahkan ada satu jenis yang all black.

Desain rantai sedikit mengikuti desain rantai seiko monster, namun seiko 5 ini memiliki desain yang lebih tegas unsur geometris-nya. saya rasa, desain dengan bentuk geometris besar seperti ini dibuat untuk mengimbangi desain casing dan bezel yang besar. Finishing rantai adalah brushed dan polished steel. Menurut saya desain dan finishing seiko monster masih lebih nyaman di tangan daripada rantai baby monster ini.

Desain pengunci rantai standar seperti jam-jam diver lain yaitu menggunakan double lfolding claps dengan safety lock.
Seiko Monster VS baby Monster
Sekarang mari kita bandingkan monster dan baby monster dan kita lihat beberapa perbedaannya. Pada seiko monster, bezel terbuat dari steel sedangkan baby monster bukan. Saya rasa kualitas bezel pada baby monster lebih rentan gores dan aus. Dan dalam pemakaian lama, warna bezel bisa saja memudar. Crown monster bentuk lebih besar dan terlihat kokoh, terletak di posisi angka 4 dan menggunakan sistem screw ini untuk menguncinya. Hal ini menunjukkan bahwa seiko monster memang dibuat dengan standar untuk profesional.
Crown pada baby monster tidak menggunakan sistem screw ini tapi cabut dan tekan seperti jam-jam seiko automatic biasa. Entah apa alasannya tapi seiko menjamin bahwa jam ini masih bisa tahan air. Bentuk crown baby monster juga tidak seimbang dengan diamater casing sehingga terkesan seadanya. Yang menarik adalah baby monster menggunakan crwon guard yang sedikit banyak membantu menyamarkan kecilnya dimensi crown.


Penggunaan jarum relatif sama hanya berbeda sedikit sekali di ukuran. Terlihat dimensi jarum baby monster lebih tambun sedikit. Yang menarik dari baby monster adalah penggunaan jarum detik berwarna merah yang (walaupun kecil) tampil atraktif. Index marker baby monster juga lebih panjang dan gemuk dengan perbedaan yang sangat terlihat pada double index di posisi angka 12.

Bezel pada monster terlihat atraktif dengn desain yang keluar dari pakem jam diver seiko pada umumnya yang berdesain konservatif. Mungkin juga karena desain yang nyeleneh ini membuat seiko monster bisa memikat hati para penggemar horologi dan mungkin karena desain yang unik dan aneh ini pula maka kita sepakat menyebutnya sebagai 'monster'.
Sedangkan pada bezel baby monster desain bezel masih mengikuti kaidah desain konservatif seiko untuk jam diver dan hanya membuat perbedaan pada grip bezel yang di desain agak jarang dan mungkin ini juga dibuat agar orang mudah memutar bezelnya. Desain yang sedikit keluar dari kebiasaan adalah penggunaan angka-angka yang besar dan tebal sehingga mudah untuk dibaca. Keduanya sama-sama menggunakan hardlex crystal. 

Sekarang perhatikan lugs kedua jam diatas. Desain lugs baby monster terlihat lebih besar dan kokoh. Desain ini menurut saya lebih pantas digunakan untuk jam diver. 
Menurut saya (kembali ini menurut saya lo), kualitas bahan dari seiko baby monster ini memang tidak lebih baik dari monster. Coba amati gambar di bawah, tampilan dan 'kinclong'nya steel dari kedua jam ini berbeda. Steel monster terlihat lebih 'berkelas' dan lebih kinclong dari adiknya.
Movement yang digunakan pada baby monster adalah automatic cal.7S36B dengan 23 jewels. Caliber ini merupakan edisi perbaikan dari cal.7S26 dengan 21 jewels yang sangat banyak diaplikasikan di jam-jam seiko automatic. Movement ini memiliki bph 21,600 ph. Pada banyak jam seiko 5 keluaran baru menggunakan see through back sehingga kita bisa melihat prgerakan movement-nya. Monster tidak menggunakan desain yang sama karena untuk profesional dive watch tidak perlu dan riskan untuk menggunakan desain see through back.


Saat mengeluarkan tipe ini Seiko membandrol harga US$349, namun harga jam ini di pasaran terutama Indonesia) bisa lebih dari separuhnya. Jadi kalau anda suka jam-jam dengan diameter besar, penampilan gagah, kualitas yang baik dan harga yang terjangkau, jam ini sangat direkomendasikan!

Friday, April 17, 2009

OMEGA Seamaster Calendar Cal.503 Gold Top

Omega ini menurut saya memiliki desain yang cantik. Indeks lancip dan arabic number yang digunakan berdimensi ramping sehingga terkesan elegan. Movement automatic cal.503, 20 jewels dengan 19,800 bph, yang merupakan automatic full rotor pertama yang menggunakan fungsi calendar yang diletakkan di posisi angka 3. Casing dibalut lapisan emas senada warna dengan warna jarum dauphine, sehingga menambah kesan antik sekaligus elegan omega yang diproduksi akhir tahun 50-an ini.



Wednesday, April 15, 2009

How to Measure Mechanical Chronometer?

Banyak orang yang masih rancu membedakan antara chronometer dengan chronograph. Yang seringkali rancu adalah jam bertuliskan Chronometer yang disebut sebagai jam Chronograph. Kedua kata ini walau sepintas mirip tapi maknanya berbeda sekali. Chronograph adalah pencatat waktu dalam durasi atau jarak tertentu dan biasanya digunakan untuk mengukur kecepatan. Sedangkan chronometer adalah sebuah movement dengan akurasi tinggi yang telah menjalani beberapa uji akurasi dalam berbagai posisi dan temperatur. Uji Chronometer dilakukan oleh lembaga independen dan hanya menguji movement saja tidak termasuk casing dan kelengkapan lain dari jam tersebut.


Setiap chronometer yang diterbitkan adalah unik dan dicetak di bagian movement jam yang diuji dan sertifikat yang menyertai jam tersebut. Setiap unit movement secara teliti diuji selama 16 hari dalam 5 posisi dan 3 temperatur yang berbeda. Setelah sertifikat chronometer didapat maka produsen jam tersebut berhak menuliskan Chronometer pada dial jam yang diproduksi dengan menggunakan movement yang sudah lolos uji. Gambar dibawah adalah sebuah contoh jam dengan mengunakan movement chronometer. Girard Perregaux Chronometer HF (High Frequency) Gyromatic dengan casing gold top dan dial berwarna coklat tua. Jam ini diproduksi tahun 70-an.



Movement mekanikal diuji selama 16 hari dan dimulai dari hari ke-0 saat movement diterima. Pengujian dilakukan dalam 5 posisi yaitu:
1. posisi movement berdiri dengan angka 12 di posisi jam 6
2. posisi movement berdiri dengan angka 12 di posisi jam 9
3. posisi movement berdiri dengan angka 12 di posisi jam 3
4. posisi jam menghadap kebawah (dibalik)
5. posisi jam menghadap ke atas.
Temperatur yang digunakan dalam uji ini ada 3 yaitu (dalam Celcius): 23 (normal), 8 (pada hari ke 11) dan 38 (pada hari ke-38). Setiap hari termasuk Sabtu dan Minggu, masing-masing movement diukur dan di putar movementnya agar dapat terus berfungsi.
Tabel dibawah adalah daftar kriteria bagi sebuah movement yang berhak mendapatkan sertifikat Chronometer. Tidak ada boleh ada satupun kriteria yang gagal dicapai.