Tuesday, January 6, 2015

SEIKO 'Cocktail Time' Shinobu Ishigaki SARB 065


 Sudah lama sayaingin punya sebuah jam formil (dress watch) yang memiliki desain yang sederhana, kualitas finishing yang bagus, memiliki mechanical movement yang mumpuni dan (kalau bisa) low budget.. :-). Kalau memilih jam buatan Swiss dan Jerman budget nya tidak sesuai. Kalau Jepang, pilihan hanya ada pada Seiko, tapi itupun tipe apa yang cocok dengan selera saya. Sampai akhirnya, salah seorang klien lama saya mengirimkan 2 buah jam yang awalnya untuk titip jual di Blog. Salah satunya adalah Seiko SARB 065 ini. Sebelumnya saya pernah menjual sebuah Seiko sejenis di blog. Saat itu saya sama sekali tidak tertarik untuk memilikinya. Entah kenapa saat melihat jam ini, mata saya seperti terpaku pada penampilannya yang terlihat mewah sekaligus unik. Bahkan istri saya yang melihatnya langsung mengatakan kalau jam ini bagus banget!..

SEIKO SARB065 sering kali disebut sebagai 'Cocktail Time' karena SEIKO memang bekerja sama dengan salah satu bartender paling tersohor di Jepang yang telah mendapatkan beberapa penghargaan presitisius di dunia bartender, yaitu SHINOBU ISHIGAKI (foto paling atas). ISHIGAKI merupakan pemilik sekaligus bartender di Bar bergengsi di Tokyo yaitu Ishinohana.


SEIKO bersama Ishigaki membuat 3 varian yang berbeda, dan masing-masing disesuaikan dengan rasa dan jenis minuman favorit yang menjadi signature nya Ishigaki. SARB065 analogi dengan rasa e "Cool", warna yang dimunculkan adalah ice-blue dengan finishing sunburst dial. Kemudian, SARB066 untuk jenis minuman yang "Dry" dengan desain dial berbeda berupa spy-vs.spy style warped Roman numerals, white dial dan casing yellow gold; dan yang terakhir adalah limited edition SARB068 untuk menunjukkan "Sweet" dengan rose-gold case dan italic arabic font. karena saya kurang begitu suka warna emas, maka yang menjadi favorit saya adalah SARB 065 yang memiliki warna dial menyegarkan dan desain yang lebih sederhana.


SARB 065 ini memiliki dimensi casing 40mm tanpa crown dan untuk masa sekarang dimensi 40mm untuk sebuah dress watch adalah hal yang lumrah. Desain dial unik karena dibuat pola seperti pancaran sinar matahari. Desain indeks lancip, menyerupai desain indeks periode tahun 50-an. Kesan klasik bertambah kental dengan penggunaan jarum dengan model dauphine atau sering juga disebut sebagai jarum panah. Sedangkan untuk jarum detik, Seiko menggunakan desain klasik dengan blued steel finished. Dan, hal yang paling menyenangkan adalah warnanya. Belum pernah saya melihat jam tangan yang memiliki desain warna biru lembut seperti ini. Sepintas memang tidak terlihat. Bila terkena cahaya, warna birunya yang lembut akan muncul.


Movement yang digunakan oleh jam ini adalah salah satu automatic movement andalan Seiko yang memiliki tingkat akurasi tinggi, yaitu Cal.6R15 yang memiliki 23 jewels. Tidak seperti automatic movement Jepang lainnya, 6R15 juga bisa diisi tenaganya secara manual dan juga memiliki feature hacking system. Dalam katalog Seiko, movement 6R15 memiliki tingkat akurasi +25/-15 detik/ hari. movement terlihat jelas karena SARB 065 memiliki transparant caseback.


Kulit jam menggunakan padded black oiled leather. Ketebalan kulit pada bagian yang berdekatan dengan lugs diberi lapisan lebih tebal untuk mengimbangi tebal casing dan crystal jam. Penampilan kulit jam berkilat seperti berminyak dan terlihat rapih dengan stiching benang berwarna biru. Tali jam dipadukan dengan deployant buckle. Lebar lugs adalah 20mm. Penampilan tali kulit yang berkilat dan finishing casing ham yang semuanya polshed steel terlihat selaras.


Untuk menambah kesan klasik, Seiko menggunakan hardlex dome crystal yang membuat jam ini menjadi lebih tebal yaitu sekitar 13mm. Secara pribadi saya suka sekali jam-jam yang menggunakan dome crystal karena terlihat lebih berkarakter daripada flat crystal. Terutama bila dilihat dari samping. SARB 065 cukup nyaman dikenakan. Desain jam yang sederhana, ternyata ketika dipakai terlihat elegan dan mewah. Saya akui kualitas finishing jam ini sangat baik, apalagi bila kita lihat detail dial dan ketika dial terpapar cahaya yang membuat penampilan dial menjadi 3 dimensi. Sebuah desain yang cerdas tanpa meninggalkan kesederhanaan yang klasik.


Tuesday, November 11, 2014

GTG KRONOMETROFILIA 2014 Tanggal 9 Nov 2014


 Sudah lama juga komunitas KRONOMETROFILIA tidak mengadakan acara GTG (Get ToGether) sejak tahun lalu. Hal ini disebabkan karena kesibukan dari masing-masing anggota Komunitas yang berasal dari berbagai macam profesi dan pekerjaan. GTG kali ini diadakan di sebuah restoran di daerah Gandaria pada tanggal 9 November 2014. Dalam GTG kali ini banyak jam-jam yang menarik, langka dan juga unik. Berikut adalah beberapa foto dari kegiatan tersebut:


Salah satu hal yang selalu dilakukan dalam acara GTG adalah mendiskusikan, melihat secara detail dan mengamati jam-jam yang menarik dan jarang dilihat. Pada foto atas, Om Mul mengenakan sebuah Citizen automatic chronograph vintage dan foto bawah adalah Om ND yang mengenakan sebuah Porsche Design Military Automatic Chronograph.


Rolex 1603 dengan black matte dial serta dauphine hands. Sudah sangat jarang dijumpai sebuah Rolex antik berwarna hitam dengan jarum model pedang. Tahun produksi awal tahun 60-an.

Dibawah ini adalah salah satu jam incaran para kolektor Rolex antik yaitu Rolex Seadweller mika Ref.1665. kslsu Submariner vintage sudah sulit untuk didapat, apalagi sebuah Seadweller 1665 yang masih dalam kondisi baik dan bersih seperti ini. Mikanya terlihat cembung sekali.



Keluarga OMEGA Speedmaster: paling kiri adalah sebuah Speedy TV Shape 1045 yang masih dalam kondisi sangat bagus. Tipe ini termasuk jarang ditemui. Kemudian, disebelahnya adalah Speedy Mark 4.5 Automatic dan paling kanan (bawah) adalah sebuah Speedy Pre-moon 861.


Ternyata dalam acara GTG saat itu beberapa anggota komunitas membawa sebuah tipe jam yang sama yaitu OMEGA Flightmaster. 4 buah Flightmaster yang ada saat GTG ini adalah dari keluarga FM 911. Tipe 911 ini merupakan respon OMEGA terhadap permintaan para pilot pesawat yang menginginkan adanya sebuah jarum detik yang bergerak untuk mengetahui apakah jam ini berfungsi atau tidak. Flightmaster 911 mulai diproduksi secara masal sejak tahun 1971 dan segera menjadi salah satu icon OMEGA dan merupakan desain jam yang paling mudah dikenali. Selain karena bentuknya yang unik, juga karena dimensinya yang besar.


Salah satu anggota senior dalam komunitas memiliki koleksi jam yang unik dan memiliki kesamaan satu sama lain. Koleksi jam unik yang beliau bawa pada saat GTG ini adalah sekumpulan jam manual winding chronograph yang diproduksi pada era tahun 50 - 60an. Salah satu ciri khasnya adalah dimensi yang kecil, sekitar 35-36mm, memiliki tombol chronograph kebanyakan kotak dan bukan bulat, memiliki bentuk tulisan dan indeks yang cenderung sama. Semua koleksi jam antik chronograph yang dibawa ini dalam keadaan yang masih bagus dan terawat. Ada beberapa merk jam chronograph ini adalah: Chronograph suisse, Butex, Luba, Breitling dan beberapa minor brand lain. Material casing adalah steel, base metal dan gold 14K.


Rolex GMT Master 'Rootbeer' Ref.1675

Salah satu 'primadona' dalam GTG kali ini adalah sebuah jam yang iconic dari brand HEUER, yaitu Silverstone. Yang menarik perhatian terutama adalah warnanya yang menyerupai merah maroon dan bukannya coklat seperti yang kami perkirakan awalnya. Desainnya sederhana dengan casing nyaris kotak dengan lengkungan di setiap sudut. Silverstone mulai diproduksi oleh HEUER pada tahun 1974 dan berhenti produksi pada tahun 1977. Tahun produksinya yang hanya 3 tahun membuat populasi Silverstone tidaklah banyak. Jam ini termasuk jam besar pada jamannya.


Jam berikut termasuk jam yang paling sering dibicarakan dalam dunia jam antik. Adalah sebuah OMEGA Seamaster 300 vintage yang value nya dalam jajaran OMEGA antik termasuk paling banyak dicari. Kondisi jam ini nyaris seperti baru. Dan menurut penuturan, jam ini di assembling oleh Omega service centre yang memiliki bagian (parts) NOS dari sebuah Seamaster 300. Semua bagian tersebut kemudian dijadikan beberapa buah jam Seamaster 300 seperti ini. Semua bagian dari jam ini original. Hal ini menjadi perbincangan hangat. Sebagian mengatakan kalau jam ini franken karena dibuat bukan di dalam pabrik resmi Omega. Sebagian lain mengatakan kalau jam ini original, selama memang parts yang digunakan berasal dari sisa parts Omega original.


Jam yang selalu ada dalam setiap even GTG adalah jam resmi KRONOMETROFILIA yang dipesan khusus dari Rusia sebanyak 100 buah untuk para penggemar jam di Indonesia.


Berikut adalah 2 jam manual winding chronograph yang cantik dan kondisi bagus walau jam sudah berusia lebih dari 50 tahun. pada foto di bawah ini posisi sub register ada di atas dan bawah, dengan desain jarum jam dan menit yang tipis. Penggunaan tipe character dan angka arabic yang khas semakin mempercantik penampilan jam ini. Sedangkan foto bawahnya adalah sebuah jam dengan produksi sama (non-brand) dengan desain warna dial hitam yang dikombinasikan dengan warna emas.



Dari periode tahun yang sama, OMEGA memproduksi sebuah jam manual winding chronograph yang tidak kalah cantiknya. Sebuah jam chronograph dengan 2 sub register Cal.320 yang diproduksi pada tahun 1956, setahun sebelum speedmaster diproduksi. Jarum model tombak dengan warna dial krem. Perhatikan desain tombol chronograph kotak, sama seperti kedua jam chronograph diatas.


Warna biru jam OMEGA Seamaster ini sungguh cantik, apalagi dikombinasikan dengan insert bezel putih. Sebuah OMEGA Seamaster automatic chronograph cal.1040 dengan warna biru tua dan sub register putih di posisi angka 6. Kondisi jam masih sangat bagus dan bersih.


Beberapa member senior dari KRONOMETROFILIA, (dari kiri ke kanan): Arif Yulianto (blog owner), Om Sur, Om Sapto dan Om ND (yang tidak pernah absen dalam setiap gathering jam antik).



Koleksi jam antik dari keluarga OMEGA

Ada 2 jam kembar yang dibawa oleh 2 member yang berbeda, yaitu 2 buah OMEGA Memomatic Alarm. Keduanya menggunakan mesh Bracelet. Kedua jam ini sangat serupa dan dalam kondisi yang masih sangat bagus dan bersih untuk keduanya!..


Jenis jam yang selalu ada dalam setiap gathering KRONOMETROFILIA adalah jam Seiko diver. Yang kanan adalah sebuah Seiko Diver Ref.6306 yang dibuat hanya untuk pasar Jepang (JDM). Warna jarum dan indeks sudah terlihat menguning dan menambah seksi penampilan jam secara keseluruhan!..
di sebelahnya adalah jam Seiko Diver dari generasi modern yang sering disebut sebagai Tuna.


Saturday, October 25, 2014

JAEGER LeCOULTRE Master Compressor Geographic on Bracelet


Sudah lama saya menjadi penggemar dari brand JAEGER LeCOULTRE. Selain tipe Reverso dengan desain kotaknya yang khas dan klasik, tipe lain yang menjadi favorit adalah Master Compressor dan tipe spesifiknya adalah Geographic. Bagi saya, Master Compressor Geographic adalah perpaduan antara dress watch dan sport watch yang menyatu dengan baik dalam satu desain. Desain dialnya yang off-centre terlihat unik.

Sebelumnnya saya pernah memiliki tipe sejenis dengan menggunakancroco strap, dan kali ini saya menggantinya dengan versi bracelet. Desain bracelet unik dan belum pernah saya lihat ada pada merk jam lain. Bukan pada desain finishing tapi mekanisme adjustment nya. Awalnya saya kira jam ini menggunakan sistem pen yang bisa diganti dengan cara mendorongnya ke satu arah. Ternyata sistem nya menggunakan pen pegas seperti halnya pen pada lugs jam. Dengan cara mendorong pen dan link diputar agar terlepas. Finishing bracelet mengambil ide dari bracelet vintage model beras (bead rice bracelet) yang populer pada era tahun 50-60an. Bedanya, untuk 3 ruas link ditengah dibuat finishing brushed sedangkan kiri dan kanan luar dibuat polished finished. Finishing yang berbeda ini dapat mengurangi kesan flashy atau bling-bling pada keseluruhan penampilan jam karena casing dan crown semuanya dibuat polished finished.


Untuk claps dibuat dengan model butterfly folding claps dengan mekanisme sederhana dan efektif. Untuk melepas bracelet cukup menekan tuas yang ada di sisi kanan jam. Salah satu kelemahan dari sistem bracelet dan claps seperti ini adalah keterbatasan untuk adjustemnt tanpa menambah link rantai. Karena tidak ada mekanisme untuk melakukan adjustment internal. Jadi, apabila anda hendak membeli jam model ini sebaiknya pastikan rantainya muat di pergelangan tangan anda. Karena untuk mencari sambungan rantai akan lebih sulit dari mencari jam nya..

Pada bagian caseback terdapat gold emblem yang bertuliskan 1000 hours. Angka ini menunjukkan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh JLC untuk melakukan uji ketahanan dan akurasi pada setiap movement yang digunakan. Orang lebih mengenal COSC yang melakukan uji ketahanan dan akurasi pada movement jam. JLC melakukan sendiri dan dengan standar yang lebih baik dari COSC terutama dari sisi akurasi. JLC menggunakan automatic mocement Cal.923. Salah satu alasan kenapa saya memilih JLC sebagai salah satu brand favorit saya, adalah karena mereka sangat konsisten untuk membuat movement-movement inhouse baru dengan berbagai feature dan penggunaan yang berbeda. JLC merupakan salah satu brand yang movement-nya banyak digunakan oleh brand besar lain untuk jam-jam mereka.


Salah satu hal unik dari setiap desain Master Compressor adalah penggunaan 2 buah crown besar yang terlihat 'mendominasi' penampilan jam. 2 crown besar ini disebut sebagai 'Compressor' yang bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan jam terhadap air. Bagi sebagian orang mungkin desain crown yang besar ini mengganggu, namun bagi saya hal ini membuat penampilan jam menjadi lebih sporty. Pada crown terdapat sebuah 'sayap' yang berguna untuk membuka atau menutup seal crown. Dengan memutar nya, anda akan melihat panah berwarna merah yang artinya 'tidak aman' dan putih untuk 'aman'.


Bagi saya, JLC master compressor geographic ini merupakan 'smart watch' dan sangat user friendly. Crown yang terlettak di bawah gunanya untuk mengatur second time zone. Caranya mudah, dengan cukup memutar crown anda bisa mengetahui posisi waktu di zona tersebut. Misalkan kita tunjuk negara Dhaka, maka jarum jam yang terdapat pada sub register di bawah (posisi jam 7) akan secara otomatis berubah dan menunjukkan jam pada zona waktu tersebut. Pada sub register arah jam 3 adalah penunjuk tanggal dan di seberangnya adalah penunjuk am/pm.


Dengan diameter sekitar 42mm, penampilan jam tidak terlalu besar di pergelangan tangan. 'It's about right'..di tangan saya. Desain yang khas dengan dimensi yang tidak terlalu oversize membuat nyaman ditangan.