Saturday, November 27, 2010

ROLEX GMT Master Ref.1675 produksi 1968

Saya akui, tipe Rolex GMT Master vintage masih menjadi idola saya sampai saat ini karena untuk mendapatkan submariner vintage lebih sulit dan harganya juga terpaut jauh dengan GMT. Hal yang saya sukai dari GMT ini adalah indeks dan jarumnya yang sudah mulai menguning menandakan usia yang sudah tua. Jam ini diproduksi pada tahun 1968 dan merupakan GMT Master pertama yang menggunakan tulisan berwarna putih.

Kondisi dial untuk sebuah jam yang telah berusia 42 tahun ini masih bagus dan bersih. Lempengan tanggal juga masih terlihat bersih. Jam ini saya beli dengan rantai oyster tebal dan akan lebih 'pas' lagi bila dipasangkan dengan rantai oyster tipis yang merupakan ciri khas Rolex pada tahun 60-an.


Rolex GMT akuisisi terakhir ini membuat komplit GMT Master saya karena sebelumnya saya sudah memiliki GMT Master dengan tahun produksi yang lebih muda yaitu tahun 1978 yang memiliki insert bezel berwarna hitam.

GTG Ke-6 KRONOMETROFILIA 27 Nov 2010

Tanggal 27 November 2010, kembali KRONOMETROFILIA (komunitas Penggemar Jam Indonesia) mengadakan GTG (Get ToGether) di rumah makan Omah Sendok di daerah Senopati. Acara GTG memang bukanlah acara yang secara rutin dilakukan dalam setiap waktu tertentu, kalau ada anggota yang inisiatif untuk mengadakan GTG dan banyak member yang bisa maka kegiatan bisa dilakukan. Anggota yang hadir saat itu sekitar 22 orang, dimana 2 orang anggota datang lambat dan tidak sempat berfoto.

Seperti hal-nya GTG-GTG sebelumnya, prioritas dan sajian utama acara adalah koleksi rekan-rekan komunitas yang digelar dalam acara itu. Biasanya koleksi-koleksi yang baru didapat akan dibawa untuk di share dengan yang lainnya. Dalam posting kali ini saya tidak akan sharing beberapa foto kegiatan tersebut dan koleksi-koleksi yang menarik untuk disimak (selain koleksi yang saya bawa..).

Dari beberapa rekan komunitas, ada beberapa rekan yang memiliki fokus yang jelas dalam memilih koleksi-nya. Salah satunya adalah Bung Rudy yang fokus untuk mengoleksi jam-jam vintage buatan Rusia. Koleksi ini menarik karena merupakan salah satu bukti sejarah bagaimana jayanya Uni Soviet pada masa itu dan program2 propagandanya yang salah satunya dilakukan lewat desain jam tangan. Semua jam rusia yang dibawa pada saat GTG masih terlihat mulus dan bagus. Gambar dibawah menunjukkan beberapa desain jam diver rusia vintage.

Rekan lain yang fokus dan koleksinya unik adalah Bung Haryo (HSW), yang memiliki ketertarikan pada jam merek GARUDA. Menurut saya merek ini unik karena merupakan salah satu bukti keinginan kuat pemerintahan Soekarno pada masa itu untuk menunjukkan kejayaan negeri ini. Rekan Haryo terlihat sedang menjelaskan apa dan bagaimanasejarah merek Garuda dan keberadaannya hingga saat ini. Di sebelah kiri HSW adalah Bung Rudy yang memiliki koleksi jam rusia antik yang luar biasa.

Jam dibawah adalah salah satu contoh bagaimana pemerintah Uni Soviet dulu melakukan propaganda terhadap program-programnya ke masyarakat melalui desain jam. Jam sebelah kanan yang berwarna merah memiliki desain jarum yang uni. Jarum jam ditunjukkan dengan bentuk 'Palu' sedangkan jarum menit ditunjukkan dengan bentuk seperti 'sabit'. Sedangkan yang sebelah kiri bergambar bintang merah dan tulisan Rusia yang berbunyi 'Perestroika". Walaupun kedua jam ini sudah cukup tua, tapi kondisinya masih sangat bagus!

Sebelum acara GTG ini berlangsung, ada beberapa jam yang sangat ingin saya lihat secara langsung. Salah satunya adalah ini: LONGINES Military dari perang dunia ke-2. Longines ini diproduksi tahun 1952-1954 dan merupakan jam resmi bagi tentara Inggris pada saat itu. Desain Longines ini berbeda dengan desain jam militer lain dalam periode yang sama, karena desain casing dibuat lebih besar sekitar 37mm tanpa crown. Jarum menggunakan model 'kepala cobra' dan matte dial yang semuanya masih jelas terbaca. Tipe ini diyakini sebagai salah satu jam militer otentik yang banyak dicari oleh penggemar jam militer antik karena sejarah dan keberadaannya yang sangat jarang.

Jam di bawah adalah salah satu jam yang saya sukai dari segi desain dan konstruksinya. SINN U2 yang merupakan pengembangan dari versi pendahulunya U1. SINN U2 ini merupakan jam diver untuk kedalaman 2000m dan memiliki feature GMT. Apa yang membuat saya suka dengan jam ini? pertama dalah karena desainnya yang semuanya berwarna titanium, jadi tidak menyolok seperti kalau dibuat dengan bahan steel. Kedua, adalah desain dial yang menurut saya cukup sederhana dan memiliki ciri khas. Dan ketiga, tentu saja konstruksi jamnya yang sangat kokoh dan mantap saat dikenakan.


OMEGA dibawah adalah salah satu Omega memomatic tercantik dan termulus yang pernah saya lihat. Warna dominan abu-abu dan kombinasi jarum detik orange membuat para penggemar Omega antik selalu mencari OMEGA Memomatic dengan variasi dial seperti ini. Sungguh sulit untuk bisa mendapatkan sebuah Memomatic dengan kondisi seperti ini. Penunjuk waktu alarm tidak ditunjukkan dengan jarum melainkan lempengan disk. Dan uniknya, penunjuk alarm tidak hanya 'jam' saja tapi juga 'menit'. Penunjuk alarm untuk menit ditunjukkan dengan 2 garis bewarna orange. Jadi dengan Memomatic ini kita bisa atur jam agar berbunyi pada pukul 02.10...!

Seorang rekan, Bung Iim datang dengan koleksi "mini Me" nya dan semuanya dipakai di satu tangan! ketiga jam itu adalah Breitling triple date moonphase, Omega bumper edisi awal sub second dan sebuah jam dengan enamel dial yang unik.

TISSOT dibawah ini merupakan salah satu jam Tissot vintage sport yang termasuk sulit untuk ditemukan, terutama dalam kondisi yang masih bersih dan bagus seperti ini. TISSOT ini menarik karena dialnya atraktif dan colourful. Selain itu bentuk casingnya juga unik karena bulat cenderung lonjong dengan tanpa lugs seperti halnya jam biasa. Movement menggunakan manual winding chronograph produksi dari Lemania, yang dikenal tangguh dan banyak dipakai oleh produsen jam ternama.

Well..well..welll..speechless waktu saya melihat jenis seiko yang satu ini! dikenal dengan nama Seiko "Tuna" karena mungkin desainnya mirip kaleng tuna (?). Jam-jam seiko diver ini bukan jam diver sembarangan karena dibuat dengan sangat baik, hanya untuk konsumsi domestik Jepang dan dengan ketangguhan yang teruji. Emperor Tuna merupakan jam diver 1000m dengan movement automatic sedangkan Darth Tuna adalah seiko diver quartz. Dimensi seiko ini besar, tapi saat dipakai masih terlihat pas dan nyaman.


OMEGA Speedmaster Moonwatch adalah salah satu jenis Omega yang paling banyak dikoleksi oleh para pecinta jam antik karena Moonwatch adalah salah satu jenis klasik dan iconic dari merek ini. Kebetulan pada acara GTG ini ada beberapa speedmaster dari 3 generasi yang berbeda yang berhasil dikumpulkan, yaitu Speedmaster cal.321, pre moon cal.861 dan moonwath cal.861. Semua jam ini masih dalam keadaan yang bagus dan original.

OMEGA jenis lain yang juga merupakan incaran para penggemar Omega adalah Omega Flight master yang didesain omega memang untuk para pilot pada tahun 70-an. Kedua FM yang ada pada GTG masih dalam keadaan bagus. Keberadaan Omega FM semakin sulit ditemukan terutama dalam keadaan yang masih bagus dan original.


Sekarang kita lihat ROLEX. Jenis ROLEX yang masih banyak ditemukan dan juga disukai oleh banyak orang untuk dikoleksi adalah ROLEX GMT 1675. GMT satu-satunya yang ada pada GTG kali ini adalah milik Bung Reza. Kondisi 1675 ini masih sangat bagus dengan casing yang sepertinya belum pernah dipoles. Dial juga bersih. Salah satu hal yang banyak membuat para penggemar Rolex semakin tertarik adalah desain bezel-nya yang warnanya sudah mulai memudar dengan merata dan cantik. Warna bezel seperti ini sangat sulit didapat. jam ini masih memiliki box original.
Rolex dibawah adalah Rolex day-date solid 18K White gold yang disinyalir jauh lebih sulit didapat daripada yang versi 18K yellow gold, apalagi dalam kondisi yang masih sangat baik seperti ini. Disampingnya adalah Rolex date ref.6530 yang memiliki jarum model pedang, jarum detik blued steel dan tanggal yang menggunakan warna berbeda. Kondisi dial sudah menua tapi masih terlihat cantik!

Rolex Royal dibawah adalah jenis Rolex paling mungil dalam GTG kali ini. Jam ini sudah sangat tua dan sebenarnya jam ini adalah jam laki-laki. Tapi pada era awal tahun 50-an atau akhir 40-an rata-rata jam pria memiliki dimensi yang kecil seperti ini, sekitar 32mm. Jarum, dial dan crown masih original dan masih terlihat cantik walaupun uzur.

Dua jam chronograph antik di bawah ini merupakan contoh jam sport antik yang nggak akan bakalan sering anda lihat sehari-hari. Sebelah kiri adalah sebuah ROYCE manual winding chronograph dengan warna dial yang unik, coklat kemerahan. Sedangkan sebelah kanan adalah sebuah TITUS manual chronograph dengan kondisi yang masih sangat bagus dan memiliki dial berwarna biru. Kedua jam ini masih berjalan normal dan terawat baik.

GTG hari ini rencananya akan selesai sampai pukul 14.00, tapi masih banyak rekan yang tetap berkumpul sampai sore karena acara seperti ini memang tidak setiap saat bisa dilakukan. Beberapa rekan juga baru muncul selewat jam 14.00. GTG selanjutnya kemungkinan akan dilakukan di Bandung, waktu kegiatan masih belum ditentukan.

SALAM KRONOMETRO!

Thursday, November 18, 2010

Part Aftermarket (Non Genuine) Pada Jam Antik: Sebuah Pendapat

Dunia jam antik adalah dunia yang sangat menarik dan menantang (tentu bagi yang suka). Menarik adalah karena jam antik merupakan sebuah bukti sejarah romantisme masa lalu dimana sebuah periode sejarah dilalui. Menarik, juga karena seringkali sebuah jam antik itu menggambarkan atau merupakan bukti otentik sebuah kejadian di masa lalu. Dan yang paling sering saya dengar adalah, Menarik karena si pemilik memiliki ikatan emosional dengan jam antik tersebut. Misal, jam itu seperti jam yang pernah dimiliki oleh kakeknya dulu. Atau jam itu adalah pemberian orang tuanya ketika seseorang lulus SMP atau apapun yang terkait erat dengan sisi emosional seseorang.
Menantang, karena tidak semua jam antik itu memiliki value yang bagus untuk disimpan (ini kalau kita melihatnya dari sisi investasi juga) dan tidak semua jam antik yang beredar atau dijual itu 'benar' dan genuine. Kenapa? secara logika saja, jam yang umurnya sudah 50 tahun sangat pasti ada beberapa bagian dari jam itu yang sudah bukan aslinya. Karena faktor umur dan penyimpanan serta pemakaian seringkali memperpendek umur parts dari sebuah jam. Tulisan kali ini ingin menceritakan sebuah kenyataan yang sering saya jumpai dalam pengalaman mengumpulkan jam antik, yaitu parts aftermarket. Aftermarket, menurut definisi artikel ini adalah parts pengganti yang bukan dibuat oleh pabrikan asli jam tersebut. Ada yang bilang parts palsu, ya ada benarnya juga karena memang bukan dibuat oleh pabrik jam tersebut. Untuk lebih halusnya saya sebut saja "aftermarket".
Dalam gambar diatas anda bisa lihat sebuah Bullhead koleksi saya yang menurut saya insert bezel-nya adalah part aftermarket. Kenapa? berdasarkan pengamatan saya terhadap sekian banyak Bullhead yang pernah saya miliki dan lihat, juga berdasarkan amatan pada brosur asli Seiko pada tahun 70-an, Seiko bullhead tidak pernah memiliki insert bezel dengan tulisan 'Tachymeter' berwarna kuning, melainkan putih. Semula saya juga ragu dengan dial serta jarum, tapi menurut amatan seorang rekan yang memang gemar Seiko dan memiliki pengetahuan luas, dial dan jarum jam masih original. Kondisi Seiko bullhead yang saya miliki ini memang bagus sekali dan bersih, bahkan rantai-nya masih original bawaan dari tipe ini.
Yang menjadi menarik adalah pertanyaan berikut: apa saja bagian yang masih bisa 'diterima' kalau menggunakan parts aftermarket? menurut saya, jawaban ini tergantung dari prinsip kita dalam mengoleksi dan standar akan sebuah jam antik dan juga tergantung pada merek jam. Misal untuk Rolex. Bagian jam yang sebaiknya masih original adalah: Dial, Casing, Rantai dan tentu saja movement. Seringkali jarum jam dan mika (kalau rolex antik) merupakan bagian yang tidak harus genuine karena parts yang aftermarket juga sangat mirip dengan yang original sehingga seringkali sulit untuk dibedakan, terutama jarum jam. Foto 2 Rolex diatas adalah contoh sebuah jam antik yang berusia hampir 50 tahun dengan kondisi yang mendekati 100% genuine. Yang paling sulit adalah menemukan sebuah Rolex antik dengan jarum yang sesuai dengan pakem pada periode jam itu di produksi. jarum jam yang digunakan pada Rolex tahun 50-awal 60-an adalah model pedang (dauphine) dan model daun (leaf hands) seperti terdapat pada contoh diatas. Jarum jam dengan model dauphine pernah saya lihat aftermarket-nya, tapi untuk model leaf hands saya belum pernah lihat, tapi saya yakin ada. Nah, yang bisa menunjukkan jarum itu benar leaf hands atau dauphine yang otentik bawaan jam tersebut adalah dengan melihat kondisinya. kalau bersih sekali seperti baru, saya kin jarumnya sudah diganti dengan yang aftermarket. Karena selama puluhan tahun pasti sudah terjadi oksidasi dan perubahan pada kondisi jarum yang asli. Saya sering melihat sebuah jam Rolex antik tahun 50-60an dengan desain indeks seperti diatas menggunakan jarum jam model lurus biasa. jarum jam yang dipakai bukanlah palsu karena jam itu di service di Rolex Service Centre. Karena over haul di RSC banyak bagian yang diganti dari jam itu termasuk jarum jamnya. Bagi saya, keindahan jam itu jadi 'terganggu' karena tidak sesuai dengan pakem yang sebenarnya.

Untuk mika saya yakin sudah pernah diganti, mungkin dengan yang aftermarket. Karena mika kalau masih asli pasti kondisinya sudah sangat buram bahkan mungkin sudah 'retak seribu' karena faktor usia. Pernah, saya dan seorang rekan berusaha mengidentifikasi dan membuat 'standar' penampilan sebuah mika rolex itu asli atau aftermarket. Ternyata sulit sekali, terutama mika dengan besaran magnifier yang serupa dengan yang asli. Pernah saya bandingkan sebuah mika yang diperoleh dari Rolex service centre dan mika yang saya yakin aftermarket (karena saya belinya Rp.200 ribuan). Ternyata besaran magnifier-nya sama! kemudian saya coba lihat dari sisi desainnya. Ada yang bilang lengkungan mika rolex seperti ini dan aftermarket seperti itu. Tapi setelah di konfrontir dengan beberapa sample, standar itu ternyata juga tidak berlaku karena ada beberapa model mika rolex. Karena dasar itulah maka saya berpendapat bahwa mika rolex adalah bagian yang tidak mesti genuine untuk sebuah Rolex antik.

Gambar dibawah adalah beberapa jenis Rolex antik yaitu model 1601 dan 16013. Kalau dilihat secara fisik kita sulit untuk membedakan mana Rolex yang masih menggunakan jarum jam yang asli dan mana yang aftermarket, karena semuanya tampak sama! begitu juga mika-nya.

Kembali, diterima tidaknya parts aftermarket sangat tergantung bagiamana kita menentapkan standar bagi jam antik yang hendak kita koleksi. Seseorang yang beraliran purits tentu mengusahakan agar semua bagian dari jam itu otentik, genuine dan sesuai dengan pakem yang berlaku pada periode saat itu. Tapi bagi pencinta jam antik yang mengutamakan kebersihan tentu membolehkan refurbished dengan parts aftermarket, selama parts yang diganti itu bukanlah bagian2 yang prinsip seperti telah disebutkan diatas.
Bagaimana dengan merek jam lain seperti Omega, Titus, Mido dll? prinsipnya sama, anda termasuk golongan yang mana? purist-kah atau bukan? tentu masih bukan perkara mudah juga untuk bisa mendapatkan sebuah Titus 77 jewels dengan kondisi yang bagus dan otentik. Kembali kepada anda, toleransi apa yang anda buat terhadap part yang boleh diganti dengan aftermarket.

3 buah Omega Speedmaster diatas adalah Omega antik yang kebetulan semuanya masih genuine, mulai dari crown, rantai sampai mika masih original bawaan jam tersebut. Untuk kasus Omega mungkin akan lebih mudah untuk identifikasi mika asli atau bukan karena Omega selalu menempelkan logo mereka di tengah-tengah mika dan bisa dilihat dengan menggunakan kaca pembesar atau didekatkan cahaya.

Parts aftermarket bukanlah barang tabu untuk sebuah jam antik. banyak orang yang memang fokus untuk membuat parts ini untuk mengisi peluang bagi orang-orang yang ingin merestorasi jam antiknya untuk bisa kembali menjadi indah dilihat dan bagus saat dipakai. Karena memang pihak pabrikan mungkin sudah tidak membuat parts seperti itu lagi. Yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan kanibal terhadap jam sejenis atau membeli aftermarket parts.