Sunday, August 12, 2012

ROLEX GMT Master II Ref.16760 'The Fat Lady'


 Kalau mencermati evolusi dan perjalanan brand Rolex (dan mungkin berlaku juga untuk brand besar lain), banyak hal yang menarik terkait dengan value dan tingkat kolektibilitas sebuah produk Rolex dan beserta alasan-alasan yang terkadang sulit untuk diterima secara pikiran awam. beberapa sudah saya bahas dalam posting sebelumnya.

Kali ini saya akan membahas sebuah jam yang baru saya dapat sehari sebelum saya menulis posting ini, sebuah Rolex yang memang sejak lama (dengan sabar) saya tunggu penampakan terbaiknya untuk bisa saya koleksi. Dan ternyata kesabaran saya berakhir kemarin siang saat saya mengantar seorang teman sesama penggemar jam untuk wisata horology di jakarta. Di sebuah toko jam di Blok M saya melihat ada beberapa Rolex GMT Master dan juga Submariner yang masih dalam kondisi sangat bagus. Salah satunya yang saat itu saya pegang dan berbeda beratnya dibandingkan dengan GMT master yang lain. Dugaan saya benar, karena salah satu dari GMT Master II yang saya lihat adalah ref.16760 yang sering disebut sebagai 'The Fat Lady' atau ada juga yang menyebutnya sebagai 'Sophia Loren'...kalau sebutan yang terakhir itu entah apa maksudnya..


Mengapa Rolex GMT Master II Ref.16760 ini disebut 'Fat Lady'? secara sepintas, fisik dan desain jam ini tidak berbeda dengan GMT Master II Ref.16710 yang diproduksi setelahnya. Sebutan 'FAT" memang ada terkait dengan dimensi jam ini. 16760 merupakan seri GMT Master yang desainnya lebih tebal dari GMT sebelum dan sesudahnya. Ketebalan casing berbeda 0.5mm dengan seri GMT lainnya. casing yang berbeda ini dibuat khusus agar bisa menampung dimensi movement Cal.3085 yang saat itu merupakan salah satu movement generasi baru yang memiliki feature tambahan.

16760 mulai diproduksi pada tahun 1983 sebagai produk GMT kristal pertama yang menggunakan indeks gold ring. Pada periode itu Rolex juga masih memproduksi Ref.16750 yang masih menggunakan mika dan sudah menggunakan indeks gold ring. Fat lady selesai diproduksi pada tahun 1988, dan digantikan dengan genari baru Ref.16710. Sedangkan 16750 selesai produksi dan digantikan dengan ref.16700 yang juga sudah menggunakan kristal. Periode produksi Fat Lady selama 1983-1988 merupakan periode produksi tercepat bagi sebuah produk Rolex. Ref.16700 terus diproduksi sampai tahun 2000, sedangkan ref.16710 diproduksi sampai tahun 2010.

Perbedaan secara fisik bisa dilihat dari desain insert bezel yang lebih tebal dengan penggunaan sistem 60 click untuk memutar bezel (lihat gambar atas). Sistem ini pertama kali digunakan oleh Rolex pada saat itu. Desain berbeda juga terlihat pada crown guard juga dibuat lebih besar (lihat gambar bawah). 16760 merupakan produk GMT Rolex pertama yang menggunakan insert bezel berwarna hitam dan merah. Karena periode produksi yang hanya sebentar maka semua produk 16760 menggunakan kombinasi warna ini (Coke bezel).


Fat lady menggunakan automatic high beat Cal.3085 (28,800 bph) yang merupakan movement generasi baru dan merupakan salah satu jenis movement yang menjadi dasar untuk generasi jam GMT selanjutnya. Salah satu fungsi utama yang merupakan perubahan besar adalah dengan bisa melakukan adjustment pada jarum GMT. Jadi, bisa dikatakan bahwa 16760 merupakan jam yang bisa menunjukkan 3 waktu yang berbeda.


Melihat dari keunikan dari tipe ini (periode produksi pendek, desain yang berbeda, movement generasi baru dll), 16760 merupakan salah satu incaran para penggemar Rolex, selain Rolex sport vintage. Periode waktu produksi yang sebentar mengakibatkan jumlah 16760 yang beredar juga tidak sebanyak tipe lainnya. Karena itu tidak heran kalau saya demikia sulit untuk bisa menemukan sebuah fat lady, terutama yang masih dalam keadaan bagus. 16760 yang saya dapatkan ini memiliki kondisi yang masih sangat bagus, terutama casing dan caseback. Insert coke bezel original sudah mulai memudar pada bagian warna merah.


Tuesday, July 31, 2012

OMEGA Memomatic Alarm Mechanical Cal.980


 Sudah sejak lama saya menginginkan salah satu jam Omega vintage yang termasuk paling sulit didapat, yaitu Omega memomatic dengan dial two-tone: abu-abu dan hitam. Pertama kali saya melihat Omega Memomatic seperti ini adalah sekitar 14 tahun lalu di sebuah pasar tradisional di Purwokerto. Saat itu saya melihatnya langsung jatuh cinta karena desainnya yang eye catching. Karena jam itu dalam keadaan rusak maka Omega itu tidak jadi saya beli. Beberapa kali saya mendapati Omega memomatic yang memiliki varian dial berwarna putih dan silver yang terlihat pucat dan tidak unik. Salah seorang rekan di Komunitas Kronometrofilia (Komunitas penggemar jam) memiliki salah satu varian yang saya inginkan, tapi sayangnya dia tidak ingin menjualnya. 


 Kenapa saya begitu inginkan Omega Memomatic ini? Selain dari desainnya yang sangat retro dan menarik untuk dilihat, ada beberapa fakta yang menarik mengenai tipe Memomatic ini.

Omega Memomatic adalah salah satu tipe yang value-nya meningkat secara signifikan dibandingkan dengan Omega vintage tipe lain. Sekitar 5 tahun lalu, tipe ini tidak dilihat sebagai salah satu tipe Omega antik yang patut diperhitungkan. Para penggemar dan kolektor Omega antik lebih fokus pada tipe Speedmaster Moonwatch, Seamaster Diver dan Constellation sebagai tipe-tipe Omega antik yang banyak diburu dan diperjualbelikan baik di forum internet maupun balai lelang besar. memang benar bahwa Speedmaster dan constellation adalah icon dari Omega dan paling dikenal. Sedangkan Memomatic bukanlah tipe dominan dalam jajaran produk Omega antik karena memang Omega Memomatic hanya diproduksi sebanyak 35,000 buah dalam 4 tipe berbeda.

Ada fakta menarik yang seringkali dilupakan oleh para pencinta Omega. Omega modern tidak lagi memproduksi jam mekanik yang memiliki fungsi Alarm apalagi dengan teknologi yang dimiliki oleh Memomatic pada saat itu. Omega membuat jam alarm pada produk mereka yaitu X-33 yang merupakan jam dengan quartz movement. Entah kenapa Omega tidak lagi memproduksi jam alarm mechanical sedangkan banyak produsen jam Swiss yang membuatnya.


 Omega Memomatic ini menggunakan automatic Alarm Movement Cal.980. Movement ini dibuat pertama kali pada tahun 1968 oleh Raoul-Henri Erard dan kemudian mulai diproduksi secara massal oleh Lemania khusus untuk Omega pada tahun 1969. Total unit yang diproduksi oleh Lemania adalah 35,000 unit. Keunikan lain dari Movement buatan Henri Erard ini adalah pemakai bisa melakukan setting alarm sampai ke menit. kebanyakan jam alarm yang beredar pada saat itu hanya memiliki jarum alarm yang menunjukkan jam, sedangkan Memomatic menggunakan penunjuk alarm jam (ditunjukkan dengan segitiga) dan menit (ditunjukkan dengan 2 garis berwarna orange). Penunjuk jam-menit ini menggunakan aplikasi piringan (disc) yang berputar secara independent. Penggunaan lempengan (disc) ini bertujuan agar permukaan dial tidak terlihat penuh apabila penunjuk waktu dan menit untuk alarm menggunakan jarum. Selain itu, tiang as jarum akan dibuat lebih tinggi apabila menggunakan aplikasi jarum dan otomatis akan membuat permukaan jam menjadi lebih tinggi. Penunjuk alarm jam-menit ini merupakan teknologi yang pertama kali digunakan dalam sebuah jam.

Tidak seperti jam alarm lainnya yang menggunakan 2 barrel (satu untuk penunjuk waktu dan lainnya untuk alarm), Memomatic hanya menggunakan single barrel untuk penunjuk waktu dan alarm, jadi pemakai tidak perlu memutar crown khusus hanya untuk mengisi tenaga untuk alarm, tapi dengan menggunakan jam ini secara otomatis tenaga untuk membunyikan alarm juga turut terisi. Teknologi ini sangat praktis pada saat itu dan merupakan hal yang tidak pernah terpikir bisa dilakukan dalam sebuah jam mekanik.


 Berbeda dengan desain konstruksi casing untuk jam alarm yang dibuat oleh Vulcain (Cricket), Memomatic memproduksi bunyi alarm dengan mengetuk plat besi yang berada di movement dan bukan ke caseback. Efeknya adalah suara alarm yang terdengar tidak sekeras Vulcain. Omega dengan cerdas menjelaskan 'kelemahan' ini dengan cara yang halus. Dikatakan dalam iklan mereka bahwa jam ini " ibarat miniatur sebuah jam alarm meja yang secara halus akan mengingatkan Anda terhadap janji pertemuan berikutnya, tanpa mengagetkan orang-orang yang berada di sekitar anda". Kalau dibandingkan dengan suara alarm pada Vulcain cricket, suara Memomatic memang lebih 'lembut'.

memomatic memiliki dimensi 40x43mm dengan ketealan sekitar 12mm. Perpaduan warna abu-abu, hitam dan orange terlihat sangat menarik dan sedap dipandang. Jam ini memiliki ref number.166.072 yang digrafir di inner caseback. dari serial number yang terdapat pada movement, jam ini diproduksi pada tahun 1970 (serial number 30,014,XXX). Saat ini saya padu padankan dengan mesh bracelet vintage Omega yang satu usia dengan Memomatic ini dan terlihat menjadi lebih gagah.


Tuesday, July 3, 2012

ROLEX Submariner Ref.16800 Ca.1984

 Seringkali saya ditanya, "Jenis Rolex apa yang banyak dikoleksi dan paling disukai dari sekian banyak model Rolex?". Dan jawaban saya terhadap pertanyaan ini selalu sama: Rolex Submariner!. Memang diakui bahwa sejak Submariner pertama kali masuk dalam produksi pada tahun 1954, tipe ini menjadi sebuah legenda, paling banyak disukai dan termasuk jam yang desainnya paling banyak ditiru, baik secara langsung maupun ide desain-nya. Submariner awalnya dibuat sebagai tool watch, khususnya bagi para profesional diver yang membutuhkan penunjuk waktu ketika berada di dalam air. Posting kali ini tidak akan membahas sejarah dari Rolex Submariner, tapi fokus untuk membahas salah satu milestone dalam proses evolusi Submariner, yaitu Ref.16800.

Submariner Ref.16800 merupakan tipe penting dalam sejarah dan evolusi Submariner karena tipe ini merupakan masa transisi antara 1680 (vintage) dan generasi Submariner modern Ref.16610. Tipe 16800 diproduksi pertama kali pada tahun 1977 untuk menggantikan ref.1680 yang masih menggunakan acrylic crystal, dan produksi terakhir 10 tahun kemudian, tahun 1987.


Submariner 16800 memiliki perbedaan besar dengan generasi pendahulu 1680, yaitu penggunaan sapphire crystal untuk menggantikan mika. Kemudian movement yang digunakan juga berbeda, yaitu Cal.3035 yang merupakan high beat movement modern. Perbedaan lain adalah depth rating-nya. Submariner 16800 memiliki depth rating 300m, sedangkan 1690 memiliki depth rating 200m.

Ref.16800 sendiri memiliki 2 varian, yaitu yang masih menggunakan dial lama (matte black dan indeks tanpa ring gold) dan dial baru (dial berwarna hitam mengkilat dan indeks sudah memiliki ring gold). Diketahui, 16800 yang menggunakan dial generasi baru dengan warna hitam mengkilat dan bulatan indeks yang memiliki ring gold, mulai diproduksi pada tahun 1984. 16800 yang masih menggunakan dial lama sering dibilang sebagai Rolex yang memiliki 'the best of the two worlds', yaitu kesan vintage pada dial dengan kemasan modern berupa sapphire crystal dan generasi movement yang baru.

16800 yang baru saya akuisisi ini merupakan generasi pertama 16800 yang mulai menggunakan dial model baru. Yang sangat saya suka dari 16800 ini adalah penampilannya yang terkesan vintage dan kondisinya yang masih bagus. Pertama kali saya lihat, mata saya langsung tertumbuk pada warna indeks dan jarum jam yang berubah menjadi kecoklatan dengan merata. Biasanya warna ini saya lihat pada Submariner yang usianya jauh lebih tua. Kalau diperhatikan pada gambr diatas, ternyata warna dial yang semula glossy black sudah berubah menjadi kecoklatan yang sering disebut sebagai 'Tropical dial'. Proses perubahan ini alami karena terjadi secara menyeluruh dan merata ke seluruh permukaan dial dan indeks.


Saya perhatikan kondisi casing jam ini masih sangat bagus. Bagus disini artinya bahwa kondisi casing seperti tidak pernah dipoles, atau kalaupun pernah dipoles tentunya dilakukan dengan sangat baik dan tetap meninggalkan kondisi sesuai aslinya. Contoh paling mudah adalah gambar diatas. Kondisi lugs pada casing masih terlihat bersudut dan serat pada lugs bagian atas masih terlihat. Pada jam Rolex yang sudah sering dipoles, sudut pada tepi lugs biasanya sudah hilang dan cenderung membulat. Kondisi rantai juga masih rapat dan tidak kendor. Saya berencana untuk membiarkan kondisi ini apa adanya saja karena memang terlihat lebih bagus. Baret-baret yang ada pada sisi casing masih wajar karena pemakaian.


Nah, sekarang saya coba bandingkan 16800 ini dengan generasi sebelumnya yaitu Ref.1680 yang merupakan generasi terakhir dari Submariner 1680 yang diproduksi tahun 1977. Yang paling terlihat berbeda adalah indeks pada dial 1680 yang terlihat lebih besar karena memang tidak memiliki ring gold pada setiap indeksnya. Warna indeks dan jarum pada 16800 terlihat lebih 'matang' dari 1680, jadi seolah 16800 berusia lebih tua.