Kebetulan, saat mengunjungi Sales corner di sebuah forum jam di internet, saya melihat jam ini dijual oleh seseorang di Shanghai. Karena keinginan untuk memiliki sebuah jam pilot begitu kuat, akhirnya dengan bantuan seorang teman, akhirnya jam ini bisa dibeli.
Tempat berbagi kesenangan dan informasi akan jam-jam tangan kuno/antik dan juga modern. Saya bukanlah kolektor tapi hanya seseorang yang mengagumi, menyenangi dan mengumpulkan jam terutama jam antik. Mulai menyenangi dunia horologi sejak 1997 dan Online sejak April 2006.
Wednesday, June 30, 2010
STEINHART Nav B-hr 6497 Pilot 47mm
Kebetulan, saat mengunjungi Sales corner di sebuah forum jam di internet, saya melihat jam ini dijual oleh seseorang di Shanghai. Karena keinginan untuk memiliki sebuah jam pilot begitu kuat, akhirnya dengan bantuan seorang teman, akhirnya jam ini bisa dibeli.
Saturday, June 26, 2010
OMEGA Speedmaster Chocolate Dial
Pertama kali saat melihat Omega Speedmaster ini di katalog Omega, saya langsung jatuh cinta, terutama karena warnanya yang coklat! sangat unik untuk sebuah jam sport dengan desain klasik seperti ini. Saat mengunjungi sebuah butik Omega di Jakarta, saya lihat mereka masih menyimpan 1 buah Omega Speedy coklat seperti ini. Harganya setelah diskon sekitar 44 juta dengan bonus sebuah leather strap coklat yang sewarna dengan dialnya. Karena penasaran dengan Omega ini, saya kirim email ke Omega di Bienne untuk mengetahui alasan dibalik penggunaan warna coklat dalam prosuk Speedmaster terbaru mereka. Dan berikut adalah jawaban yang saya dapat:
Dalam informasi tersebut dikatakan bahwa salah satu periode produksi Speedmaster pada tahun 70-an ternyata menggunakan lapisan zat kimia yang salah sehingga warna dial yang seharusnya hitam tapi berubah menjadi coklat karena efek sinar matahari. Dan bagi saya pribadi warna ini menjadi lebih unik. Memang beberapa tipe speedmaster vintage yang dialnya sudah berubah coklat terjual dengan harga tinggi di pasaran lelang international. Kebetulan salah seorang rekan berniat menjual tipe ini dalam keadaan Like New in Box dan masih dalam masa garansi Omega. Nah karena untuk mendapatkan speedy coklat yang vintage akan sangat sulit dan mahal, maka memiliki tipe yang re-edition nya sudah cukup menghibur.
Speedy ini menggunakan manual chronograph movement Cal.1863 dengan power reserve selama 48 jam. Desain caseback dibuat transparan agar pemilik bisa mengagumi kecantikan movement omega ini. Omega ini saya dapatkan dengan menggunakan shark skin strap yang saya yakin bukan bawaan jam ini. Mungkin karena pemilik sebelumnya tidak suka dengan kulit calf bawaan maka diganti dengan tipe kulit seperti ini.
Karena saya penggemar Speedmaster dengan menggunakan rantai, maka saya pasangkan Speedy coklat ini dengan rantai Speedy dalam keadaan New Old Stock. Rantai NOS ini saya dapatkan juga dari rekan sesama pehobi yang kebetulan masih memiliki 1 sisa rantai dalam kondisi NOS. Saat dipasangkan degan rantai penampilan menjadi lebih klasik dan nyaman saat dikenakan, karena rantai speedy ini cukup lentur dan ringan.
Friday, June 25, 2010
Perbedaan Rolex Datejust 160X dan 1601X
Ciri yang paling mudah dikenali dari Rolex ref.1601 adalah desain dial yang pada pinggirnya dibuat lebih rendah (seperti selokan). Karena bentuk ini menyerupai 'piring', maka banyak orang yang menyebutnya sebagai 'pie pan dial'. Bagi para penggemar 1601, desain dial seperti membuat tampilan Rolex lebih 'berkarakter' dan juga 'seksi'. Ref.1601 selalu memiliki bezel bergerigi yang terbuat dari emas dan rolex jenis ini memiliki 2 varian yaitu material steel dan Yellow Gold (Kombinasi) dan steel dengan bezel terbuat dari White gold. Gambar di bawah adalah contoh Rolex ref.1601 dengan bezel terbuat dari White gold dan rantai jubille terbuat dari steel. Silahkan klik gambar untuk pembesaran gambar.
Gambar dibawah adalah contoh varian dari Rolex 1601 Datejust kombinasi. Varian untuk indeks ada banyak macam. Dari desain balok kuning seperti dibawah atau dengan variasi garis hitam. Warna jarum biasanya juga berwarna kuning karena untuk menyelaraskan dengan warna bezel yang terbuat dari emas. Crown juga harus terbuat dari emas.
OMEGA Speedmaster "The Legend" Ltd Edition

Sebagai salah satu Brand Ambassador Omega (sekarang sudah tidak lagi), Michael Schumacher termasuk tokoh yang paling sering dibuatkan seri khusus untuk menghormati pencapaiannya dalam dunia balap Formula 1. Salah satunya adalah Tipe Speedmaster "The Legend" ini yang diproduksi pada tahun 2003 dan hanya dibuat sebanyak 6000 buah saja. Angka 6000 adalah menunjukkan 6 kali Schumy menduduki juara dunia. Seri "The Legend" berikutnya juga dibuat untuk memperingati 7 kali Schumy menduduki juara dunia. Hanya saja seri "The Legend" terbaru tidak dibuat secara terbatas.
Desain Speedy The Legend ini menyerupai desain Rolex Daytona Paul Newman, karena pemilihan warnanya yang merupakan perpaduan antara cream, hitam dan merah (untuk pinggir dial). Desain keseluruhan tidak berbeda jauh dengan desain Broad Arrow Automatic. Diameter jam 42mm dengan ketebalan 14,5mm adalah dimensi umum untuk seri Speedmaster.
Pada Case back tertulis "Michael Schumacher The Legend" dan Sixth Title Limited Edition". Speedy ini menggunakan automatic chronograph movement dengan sistem column wheel yang merupakan salah satu movement high end chronograph Omega. Movement ini adalah Cal.3301 dengan 33 jewels yang sudah diuji sertifikasi chronometer.
Monday, June 14, 2010
OMEGA Geneve Automatic Cal.1020
Era tahun 70-an, Omega mulai banyak memiliki variasi dalam desain dan bentuk produknya. Desain-desain retro dan warna-warna yang lebih berani mulai dimunculkan dalam beberapa varian series. Salah satunya adalah Omega Geneve ini. Yang membuat jam ini unik adalah warna dialnya, yaitu hijau tua yang seolah seperti ber-gradasi ke arah hijau muda. Warna hijaunya matang seperti warna hijau daun. Entah karena faktor usia atau desain sejak awal, kalau diperhatikan permukaan dial terlihat 'retakan-retakan' tak berpola. Tapi kondisi dial dan warnanya tidak ada yang berubah.
Konstruksi casing Omega Geneve ini terlihat kokoh. Rantai dibuat menyatu dengan casing dengan sambungan 'lugs' yang hanya menyisakan sedikit tempat untuk meng-kait-kan rantai dengan casing. Kelemahan dari rantai bentuk seperti ini adalah tidak bisa diganti dengan tali kulit karena bentuk keseluruhan akan kurang menarik. Rantai berbentuk seperti desain rantai oyster Rolex dengan tiap bagian potongan rantai dibuat cukup tebal dan kokoh. Diameter casing sekitar 36mm dengan kondisi casing masih belum pernah di-poles. Ini terlihat dari setiap sudut dari casing yang masih terasa jam dan 'siku'. Mika terlihat cukup tinggi dan berbentuk hampir siku untuk bagian pinggirnya. Mika ini juga masih orisinal.
Jam ini menggunakan automatic movement Cal.1020 (day-date), yang merupakan movement generasi terakhir yang dibuat sendiri oleh Omega. Dari konstruksi, movement keluarga cal.1XXX dibuat lebih tipis dari generasi pendahulunya. Entah kenapa movement produksi setelah era 70-an kurang disukai oleh para penggemar Omega. Mungkin karena ringkih atau kualitas performanya masih dibawah movement generasi pendahulunya, atau alasan lain yang saya sendiri kurang bisa pahami.
OMEGA Speedsonic F300hz "The Lobster"
Pada era sebelum movement Quartz menjadi populer dan bahkan mendominasi jam-jam yang dibuat pada masa itu, ada jenis movement yang sempat dianggap sebagai teknologi terkini di dunia horologi, yaitu Tuning fork movement. Teknologi ini awalnya ditemukan oleh Max Hextel yang saat itu bekerja untuk Bulova dengan mengeluarkan tipe yang melegenda juga yaitu Bulova Accutron. Teknologi tuning fork sendiri merupakan movement yang dilengkapi dengan sirkuit transistor elektronik, dan karena itulah jam-jam dengan movement tuning fork sering disebut sebagai jam elektronik. Karena proses mekanisme-nya menggunakan rangkaian elektronik, maka jam ini disebut sebagai the most accurate movement pada masa itu dengan deviasi kurang dari 5 detik per tahun. karena kehebatannya ini maka beberapa merek jam besar pada masa itu membeli mesin Accutron ini untuk dipasangkan pada jam-jam mereka, termasuk Omega.
Omega tuning fork (TF) dalam koleksi saya ini adalah Speedsonic yang menggunakan TF movt Cal.1255 dengan ditambah modul mekanikal chronograph dari Dubois Depraz. Karena adanya 2 movement dalam 1 casing maka Speedsonic seringkali disebut sebagai jam Hybrid. Modul duboiz depraz ini memiliki jarum detik di posisi angka 12. Dial jam aslinya berwarna abu-abu mengkilat dan karena proses oksidasi dan kelembaban, warnanya sudah mulai berubah secara merata. Walau warna dial berubah, semua tulisan masih jelas terlihat. Diameter casing adalah 46mm tanpa crown, sedangkan penampang dial sekitar 40-41mm, sehingga jam ini terlihat seperti cangkang binatang.
Salah satu hal yang membuat jam ini menjadi sangat unik adalah desain dari rantainya. Desain setiap bagian dari rantai berupa sirip-sirip yang menyerupai kulit udang Lobster karena itu Speedsonic ini seringjuga disebut sebagai "The Lobster". Menurut saya, model desain rantai seperti ini hanya dibuat sekali saja oleh Omega yaitu pada tipe Speedsonic ini. Karena desainnya yang ergonomis maka terasa nyaman saat dikenakan. Rantai seperti 'memeluk' pergelangan tangan saat dipakai. Akan menjadi sangat menyulitkan kalau kita hendak menambah satu mata rantai karena pasti akan sulit mencarinya. Sebenarnya ada 2 macam desain Speedsonic yang saya ketahui, tapi memang tipe Lobster ini yang paling jarang ditemui. Karena itu tidak heran kalau harganya jauh berbeda dengan tipe yang biasa.
Movement masih terlihat bagus dan bersih. Gambar di bawah adalah bagian dari modul tuning fork dimana letak tuning fork bisa dilihat di posisi bawah dengan adanya 2 buah kumparan yang berhadapan. Sistem tuning fork ini membuat jam ini seolah selalu berdengung karena getaran dari 'garpu' movement yang sangat cepat. Sedangkan modul chronograph terletak dibawah modul tuning fork. Karena itu posisi antara kenop chronograph dan kenop utama tidak segaris.
Sunday, June 6, 2010
GRAND SEIKO Weekdater Automatic Cal.5646
Desain dial, seperti halnya tipe Grand Seiko yang lain, dibuat dengan sederhana namun berkelas. Hal itu bisa dilihat kualitas pembuatan setiap detail dari jam ini mulai dari finishing dial yang berwarna silver, indeks dan jarum yang berwarna senada, serta komposisi antara tebal dan panjang indeks dibandingkan dengan jarum jam. Bagi saya, semua serba 'pas' dan enak komposisinya. Casing jam dibuat dalam 2 jenis finishing yaitu polished dan brushed. Khusus untuk brushed steel hanya dibuat untuk 'lugs' jam yang lebar. kaca jam terbuat dari hardlex mineral seperti yang biasa dijumpai pada jam-jam Seiko automatic chronograph dari tahun yang sama. Diameter jam sekitar 35mm.