Tempat berbagi kesenangan dan informasi akan jam-jam tangan kuno/antik dan juga modern. Saya bukanlah kolektor tapi hanya seseorang yang mengagumi, menyenangi dan mengumpulkan jam terutama jam antik. Mulai menyenangi dunia horologi sejak 1997 dan Online sejak April 2006.
Sunday, June 24, 2012
ROLEX TUDOR 'Red' Ranger: The Mystery
Monday, May 30, 2011
BREITLING Original VS Palsu
Kualitas jam-jam palsu (dihaluskan dengan kata "Replika") semakin hari semakin bagus. Hali ini bisa dilihat dari kualitas dan detail dari setiap sudut jam-jam palsu yang semakin rapih. Sebelumnya saya pernah membahas perbandingan antara Panerai asli dan palsu, dan menurut amatan saya, kualitas panerai palsu sudah sangat bagus.Kali ini saya coba bandingkan Breitling asli dan palsu. Gambar jam yang ada di posting ini saya ambil dari internet. Yang pertama saya bandingkan adalah tipe Super Ocean heritage yang menurut saya kualitas palsunya sudah baik dan rapih.
Pertama, indeks balok pada Super Ocean Heritage asli dibuat lebih mengkilat permukaannya. Untuk ukuran dan bentuk antara kedua Breitling ini nyaris serupa, hanya finishing akhir saja yang membedakan.
Kedua, Huruf "P" pada tulisan "Super Ocean" berada diatas huruf "A" pada tulisan "Automatic" yang berada di bawahnya. Sedangkan pada SO Palsu, huruf "P" berada diatas huruf "U".
Ketiga, seperti pada jam-jam palsu lainnya, letak dan dimensi angka untuk tanggal berbeda dengan yang asli. Tanggal pada SO asli terlihat dekat dengan permukaan dial, sedangkan tanggal pada SO palsu seperti 'tenggelam' pada dial. Dimensi angka pada SO asli juga terlihat penuh sesuai dengan kotak untuk penunjuk tanggal.
Perbandingan berikutnya adalah untuk Breitling Serie Speciale "The Fighters".
Pertama, Seperti halnya dengan desain 'Serie Speciale' lain dari Breitling biasanya dibuat dengan finishing casing Brushed steel dan tidak polished seperti jenis Breitling pada umumnya. Breitling 'The Fighters' palsu menggunakan finishing steel polished sehingga secara langsung terlihat jelas perbedaannya.Kedua, Crustal yang digunakan oleh The Fighters asli sudah mengggunakan lapisan anti relfective yang membuat penampilan dial menjadi lebih jelas. Sedangkan yang palsu hanya menggunakan crustal biasa sehingga seringkali memantulkan cahaya.
Ketiga, angka-angka yang tercetak pada inner static bezel pada The Fighters palsu terlihat lebih kecil daripada yang asli.
Keempat, lambang Breitling terutama pada sayap pada The Fighters palsu terlihat lebih kecil. Tapi hal ini sekilas tidak terlihat perbedaaanya dengan yang asli karena perbedaannya sangat sedikit.
Kelima, dimensi dan jenis angka yang digunakan pada The Fighters palsu terlihat berbeda dan lebih kecil.
Ke-enam, indeks batang pada the fighters palsu terlihat lebih tebal dan lebih panjang.
Ketujuh, gerigi pada rotating bezel The Fighters asli terlihat lebih menonjol dan runcing, sedangkan yang palsu cenderung tumpul.
Bagian lain yang bisa diidentifikasi adalah caseback. Pada caseback The fighters palsu terdapat kesalahan cetak terutama pada tulisan "MESSERSCHMITT Bf 109', sedangkan pada Breitling palsu ditulis "MESSERCH 1177 31109".
Thursday, March 31, 2011
Perbandingan Panerai PAM 111 Original dan Palsu
CASING
Hal pertama yang jelas terlihat oleh mata adalah casing jam. Bagian inilah yang paling mudah ditiru dan sudah banyak contoh banyak merek jam yang dipalsu dengan kualitas buatan casing yang sangat mirip. mengapa hal ini mudah? mungkin karena material steel 316L masih mudah didapat dan pengerjaannya (mungkin) tidak begitu rumit dan sulit. Kedua jam ini memiliki konstruksi, model poles dan bobot yang sama persis. Bahkan ketika kedua jam ini saya bersihkan dengan lap khusus yang disediakan oleh Panerai, kilau yang muncul sama persis.
Crown protector yang menjadi ciri khas dari Panerai juga dibuat sangat mirip. Pam 111 ini memiliki finishing crown protector model brushed sehingga terlihat berbeda dengan polesan casing. Anda lihat gambar dibawah, kedua jam ini memiliki jenis finishing brushed yang identik dari mulai dimensi dan pola polesan. Beberapa Panerai palsu yang pernah saya lihat memiliki crown protector yang sangat mudah dikenali dan berbeda dengan versi aslinya.
DIAL
Kebetulan PAM 111 memiliki caseback transparan sehingga kita bisa membedakan secara langsung. Bagian inilah yang seringkali kita dengan mudah mengetahui apakah sebuah panerai asli atau palsu, karena seringkali dibuat dengan tidak detail. Kedua jam ini memiliki finishing 'cuotes de geneve', berupa finishing yang membuat seolah movement memiliki pola tertentu. Panerai yang palsu (sebelah kanan) juga memiliki pola yang sama. Hanya saja bedanya pola yang dibuat tidak sehalus panerai yang asli, namun pola dan teksturnya sudah benar. Movement PAM 111 menggunakan ETA 6497 dan panerai palsu yang berada di sebelah kanan menggunakan cloning dari movement yang sama. Dan hebatnya, movement panerai palsu ini juga menggunakan swan neck regulator yang sama persis dengan aslinya. Untuk jam Panerai palsu yang murahm swan neck ini tidak dibuat. Saya berpikiran kalau model movement kloning sebagus dan serapi ini apakah benar dilakukan oleh sebuah home insdutri di Cina sana? karena buatannya sangat rapi dan detil.
Posting ini bukan bertujuan malah menyuruh anda membeli jam palsu aja karena toh penampilannya mirip. Setidaknya harus bersikap lebih hati-hatilah dalam melakukan pembelian, terutama dari orang yang belum anda kenal atau percaya dengan baik. Coba saja lihat gambar dibawah. Begitu kedua jam tersebut dipasangkan custom strap, orang akan semakin sulit membedakan. bayangkan kalau sekali waktu anda didatangi orang yang mengatakan sedang butuh uang dan hendak menjual PAM 111 nya dengan sangat murah, "saya jual 20 juta aja mas, karena saya butuh dana tunai segera!"...siapapun pasti mau kalau mendapatkan PAM 111 dengan harga menarik seperti itu. Tapi setelah dilihat lebih teliti ternyata PALSU....
Saturday, July 25, 2009
Panerai 111 Replica VS Panerai 112 Original
Jam PAM 111 yang dijadikan pembanding disini adalah dari kelas palsu utama (dihaluskan dengan sebutan 'KW1') yang memiliki banyak sekali kemiripan dengan aslinya. Hal utama saat orang melihat jam asli atau palsu adalah melihat movement-nya. Kebetulan kedua jam ini juga memiliki caseback transparan sehingga kita bisa langsung bisa melihat perbedaannya.
Kemudian coba perhatikan bentuk kompas jam yang terleak diatas hairspring (per rambut). Pada Pam yang asli, bentuk kompas menyerupai pedang sedangkan yang palsu cenderung lurus. Bentuk jewels (warna merah) pada ujung kompas yang sebagai as juga berbeda. Pam yang asli jewelsnya lebih besar dan bentuk beda.
Panerai banyak sekali ditiru karena memang desainnya iconic dan klasik. harga baru dan bekasnya yang begitu mahal menyebabkan banyak peluang untuk dipalsukan. karena itu selalu hati-hati membeli Panerai terutama dari orang yang tidak anda kenal. Lebih baik hati-hati daripada anda beli jam pulhan juta kalau tenyata palsu (maaf..replika..). Kembali prinsip "Buy the Seller Not the Watch" tetap berlaku..
Thursday, November 13, 2008
Fake Diver Seiko VS Real Seiko
SKX 007K Seiko Diver 200m
Tipe ini adalah yang paling sering saya temui palsunya. Khusus untuk tipe ini sang pemalsu membuatnya dengan sangat baik sehingga seringkali orang tertipu membayar harga sama dengan asli namun ternyata palsu. Gambar dibawah adalah ciri yang sering luput dari perhatian kita. Semua penampilan tampak benar. Tapi coba anda perhatikan bentuk angka 10 pada bezel Seiko 007 tidak pernah mengeluarkan tipe bezel yang 'bercabang' tapi selalu lurus seperti (straight). Bisa saja jam dibawah memang asli tipe 007 tapi karena bezel rusak maka diganti dengan bezel aftermarket yang bukan milik seiko.
Sunday, March 2, 2008
Replica Watches by "Agen M"
Saya termasuk awam soal arloji replika. Baru2 ini saya melihat omega chronograph broad arrow replika bagus sekali, sangat mirip dengan aslinya. Yang mudah kita bedakan segera hanya dua hal, radiumnya kelihatan murahan dan mesinnya polos (tidak ada tulisan apapun). Di luar itu, penampilan dan ketepatannya pun OK. Saya malah dapat info dari teman di Luar Negeri bahwa yang demikian itu banyak dibeli karena selain yang asli terlalu mahal, jika hilang pun tidak terlalu menyesakkan dada. Sang teman juga memberi tahu bahwa jika kita memakai arloji asli yang harganya ribuan dolar justru si pemakai merasa tidak nyaman di tengah teman-temannya karena ketahuan bahwa dia punya uang banyak untuk membeli arloji mewah.Yang membuat saya terkejut adalah bahwa ternyata kualitas replika arloji antik pun semakin "baik". Saya tidak tahu bagaimana detailnya, apakah mesinnya pun polos atau menggunakan mesin asli tetapi casing, dial, dan lain lainnya dibuat replika? Dalam satu tahun terakhir ini memang saya lebih sering merasa "curiga" dengan arloji antik yang beredar. Saya sering bertanya pada diri sendiri, masak sih arloji kuno tidak habis-habis? Seharusnya seiring dengan berjalannya waktu, jumlah arloji antik/kuno harusnya semakin punah. Tetapi kenyataannya masih sering saja atau masih cukup banyak saja arloji antik kuno saya jumpai di pasaran. Memang ada beberapa penjelasan tentang hal itu (pernah saya ulas pula di milis arloji antik), apakah itu muntahan dari para kolektor ataupun arloji kanibal (frankenwatch) . Tetapi kadang pula saya berpikir, tidak mustahil arloji-arloji itu sebenarnya adalah replika atau paling tidak rekondisi.

Saya kira perlu ada definisi yang lebih jelas tentang apa itu arloji replika, arloji franken (frankenwatch) , dan arloji rekondisi. Saya mengundang rekan-rekan lain yang lebih paham soal ini. Saya ingin berbagi cerita dari pengalaman saja. Suatu hari saya pernah pesan dari kolektor di LN jarum jam omega krono antik. Akhirnya kawan saya itu membelikan untuk saya satu set. Saya tanya apa itu asli? Sambil tertawa dia bilang, "mana ada yang asli? Pabrik-pabrik kecil di Swiss dan di beberapa negara di Asia berlomba membuat spare part "replika" yang cocok digunakan untuk tipe-tipe arloji antik yang marketnya kuat. Karena si pabriknya sendiri (misalnya Omega) sudah tidak memproduksi lagi maka celah pasar seperti ini yang diincar oleh produsen-produsen itu."
Namanya aftermarket. Dia bilang 90 persen bezel untuk rolex GMT 1675 yang merah biru atau hitam-hitam itu sebenarnya aftermarket. Demikian pula jarum Rolex, dial untuk datejust dsb, semua itu sudah diproduksi oleh perusahaan-perusahaan non-Rolex. Coba perhatikan, katanya, jika kita jejerkan Rolex antik 1601 atau 1675, maka selalu saja ada perbedaan antara satu dial dengan dial lain, baik perbedaan teknis atau perbedaan "aura". Saya tidak tahu informasi ini valid atau tidak, tetapi tampaknya seperti peribahasa mengatakan ada gula ada semut maka demikian pula semakin tinggi nilai suatu produk tentu semakin banyak orang merasa tergiur untuk ikut mendapat keuntungan, termasuk dengan membuat spare part replika dsb.
Pernah pula saya mengetahui mesin Rolex yang rusak (waktu itu cal 1530) ternyata dapat pula diganti dengan spare part dari arloji merek lain, jalan lancar meskipun tidak bisa tepat sempurna (sehari meleset beberapa menit). Pernah pula saya mengetahui beberapa tipe Titus ada yang bezelnya ternyata cocok jika dipindahkan ke Rolex 1500 !!! Sebuah website yang khusus membahas Omega Constellations bahkan pernah menyebut Indonesia sebagai negara yang paling "ulung" dalam mengacak-acak mesin arloji antik. Mesin omega biasa dapat dibikin seolah-olah mesin omega constellation chronometer! !! Dalam website itu dijelaskan pula bagaimana membedakan mesin yang benar-benar Omege connie chronometer dengan mesin-mesin Omega "buatan Indonesia" wah...selain terkenal dengan credit card fraud ternyata Indonesia terkenal dengan soal mengubah-ubah mesin!!
Lantas bagaimana membedakan yang benar-benar asli dengan yang replika? Jika yang replika semua tentu mudah dibedakan, karena arloji replika dibuat tidak untuk menipu konsumen, tidak pula dimaksudkan untuk "menggantikan" yang asli. Arloji replika dibuat supaya lebih terjangkau daripada beli yang asli. Yang repot adalah arloji kanibal, frankenwatch, atau apalah namanya. Soal instink dan pengalaman berperan besar disini. Karena sudah sering melihat yang asli maka setiap melihat yang tidak asli kita bisa merasa ada kejanggalan, meskipun seringkali kita tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata dimana letak kejanggalan itu. Kadang hanya feeling saja.

Saya pernah melihat bagaimana huruf-huruf di atas dial bisa ditulis ulang dengan sempurna (digrafir). Waktu di Singapore saya sempat mempelajari bagaimana perbedaan antara yang digrafir biasa atau yang digrafir dengan kualitas sangat baik. Kalau soal grafir, redone atau bahkan dial replika sudah kita kuasai, bagaimana dengan casing? Wah ini juga memerlukan keahlian, apakah casingnya juga dibuat replikanya atau masih casing asli. Di website ada banyak sekali info soal casing omega palsu, atau asli tapi dipasang ke tipe yang lain. Capek sekali mempelajarinya. Beberapa cara bisa dipakai termasuk mencocokkan nomor produksi yang ada di dalam tutup belakang, tetapi informasi yang bisa mengkonfirmasi data itu pun tidak banyak.
Kadang kita hanya mengandalkan "fatwa" dari para pakar yang sudah berpengalaman (biasanya mereka membuat ulasan-ulasan di internet), tetapi darimana dasar para pakar itu membuat ulasan, apa dari pengalaman atau buku-buku, riset atau konfirmasi dari pabriknya? Kalau dapat konfirmasi dari pabriknya wah sulit sekali. Rolex dan Omega katanya diam seribu bahasa jika ada yang bertanya soal ini itu yang menyangkut produk mereka di zaman dulu (antik/kuno) . jadi mereka menyerahkan pada para kolektor sendiri untuk mencari-cari tahu. Justru kalau si pabrik sudah turun tangan memberi penjelasan ya sudah tidak seru lagi.
Arloji antik replika bukan hal baru. Sejak dulu sudah ada. Tetapi yang buatan dulu lebih mudah ketahuan, yang sekarang makin sulit dibedakan. Mungkin kita pernah mendengar bahwa pedagang dari luar datang ke Indonesia memborong apa saja, termasuk arloji yang sudah rusak tidak karuan, katanya untuk spare part. Sebenarnya tidak mustahil bahwa arloji merek apapun dari zaman dulu mesti ada satu dua yang cocok dan bisa digunakan sebagai spare part untuk arloji bernilai tinggi. Jadi makin hari makin sulit menemukan arloji yang benar-benar genuine. Yang paling sering dipalsu tentu saja yang punya nilai ekonomi tinggi, misal Rolex atau Omega Constellation all gold. Beruntunglah bagi mereka yang sempat punya arloji yang semuanya genuine dari masa lalu.
Saya punya Omega perang dunia II yang digunakan pasukan sekutu. Bagus sekali. Asli atau tidaknya saya percayakan pada si penjual yang punya reputasi tinggi di dunia arloji antik kelas internasional. Waktu dia jual ke saya dia cuma bilang, "ini asli, saya pertaruhkan reputasi saya." Ya sudah. Percaya saja sama jaminan dia. Demikian pula waktu saya beli keramik dinasti Ming atau Ching, karena saya tidak tahu asli tidaknya si penjual bilang gini, "saya sudah jual barang kayak gini selama 37 tahun dan kita sudah berteman bertahun-tahun, tidak mungkin saya bohongin you." Intinya, kepercayaan juga penting, tetapi bila akhirnya kita tahu itu ternyata palsu juga yahhh, jangan betemen lagi ama dia. Cari temen lain aja deh!.
Tulisan ini pernah ditampilkan "Agen M" di milist arloji antik.
Wednesday, January 9, 2008
FAKE ROLEX 6694
Suatu hari salah seorang teman saya mendapatkan Rolex oysterdate 6694 diatas dengan warna dial biru tikar dan dalam kondisi yang Mint. Dengan harga wajar akhirnya Rolex tersebut dibeli. Keanehan mulai terasa saat beberapa kali dipegang, diperhatikan dan dikenakan. Seperti ada yang tidak "pas", tidak sreg tapi tidak tahu apa yang salah dengan jam ini. Semua begitu bagus bahkan casing dalam kondisi belum pernah dipoles sehingga serat-seratnya masih jelas. Keanehan pertama teridentifikasi ketika dibuka case back terdapat tulisan IV.58 yang berarti jam ini diproduksi tahun 1958. Serial number yang terletak di areal antara 2 lugs juga di cek. Nomornya adalah 226XXXX yang berarti jam ini merupakan produksi tahun 60-an. Tidak klop!Awalnya kami beranggapan bahwa kemungkinan jam ini diganti casingnya dengan yang lebih baru karena sebab rusak atau apa.
Keanehan kedua, ketika rantai oysternya coba dipasangkan di jam 6694 yang lain, ternyata satu sisi tidak pas padahal jenis jam-nya sama. Aneh lagi!
Keanehan ketiga, case back jam ini terasa lebih cembung ketika dipegang, padahal mestinya sedikit rata karena movement jam ini manual..Berikut adalah hasil penjelasan detil untuk mengenalinya:
A. Rolex buatan vietnam ini seringkali tidak detail dalam pembuatannya. Pada panah A kalau dilihat dengan kaca pembesar akan terlihat hasil pemotongan logam yang tidak sempurna. Pada kasus jam ini masih terdapat sisa logam yang kecil sekali. Tidak mungkin perusahaan sekaliber Rolex tidak teliti dalam membuat casing kan?
B. Pada bagian ini terdapat bekas gesekan logam yang diperkirakan sebagai bekas jepitan logam ketika mereka membubut casing ini. Bekas ini bukan seperti bekas rantai karena letaknya tidak sesuai. Nah kalau ini masih bisa dilihat dengan mata telanjang, tapi anda harus buka dulu rantainya.
C. Posisi crown tidak bisa nempel dengan casing. Seharusnya tidak ada celah antara 2 bagian ini.
Untuk bisa mengetahui dan mengenali jam-jam asli tapi palsu ini butuh kecermatan. memang kalau anda sudah sering melihat dan memegang Rolex asli akan bisa tahu secara feeling bahwa ini asli atau palsu. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, jam-jam sekaliber Rolex punya aura yang tidak bisa dimilki oleh jam-jam replika sebagus apapun. Tentu untuk bisa mengenali aura tersebut butuh pengalaman dan jam terbang yang banyak.
Karena itu, tetap berhati-hatilah setiap kali membeli jam, apapun mereknya. Gunakan kejelian dan feeling anda, dan yang lebih penting lagi belilah di tempat yang anda percayai.
Saturday, December 15, 2007
Beware of FAKE Omega Seamaster 300 Military!
Berulang kali saya melihat jam Seamaster tipe Seamaster 300 Diver yang abal-abal (kanibal). Saya sebut abal-abal dan kanibal karena memang jam tipe ini tidak seluruhnya palsu karena banyak yang saya temui menggunakan movement asli dari Omega. Omega tipe ini juga ada yang versi militer dengan adanya tambahan huruf T dalam lingkaran yang dicetak pada dial jam (lihat gambar diatas) dan grafir angka-angka yang merupakan kode logistik dari British Military (lihat gambar di bawah). Tipe military sudah masuk dalam kategori Very rare Omega karena memang tipe ini tidak banyak beredar. Kedua gambar diatas dan dibawah adalah Omega yang asli dari tipe tersebut.
Dalam posting ini saya akan coba paparkan cara mengidentifikasi Omega Seamaster 300 yang palsu, agar anda tidak "kejeblos" membeli Omega abal-abal.
Pada beberapa jam Seamaster 300 palsu melakukan kesalahan pada penulisan CERTIFIED dan hanya dituliskan CERTIFED, Ngantuk kali ya yang ng-grafir......
Semula saya mengira bahwa grafiran angka-angka pada kode loistik militer tidak bisa ditiru dan dipalsu, ternyata kualitasnya mendekati asli bahkan bisa lebih baik. Untuk mengidentifikasi yang palsu sebenarnya mudah, karena mereka biasanya hanya mengunakan angka yang sama pada angka terakhir yaitu: A/254/67. Contoh dibawah adalah jenis dan kualitas grafiran dari jam yang palsu. Bagus kan kualitasnya? coba bandingkan dengan gambar kedua dari atas untuk grafiran angka dari omega yang asli.
Identifikasi pada dial bisa dilihat dari bentuk angka dan desain dari index batonnya. Pada yang asli, bentuk angkanya lebih ramping dari yang palsu. Pada yang palsu, angka 9 terlihat terlalu dekat (mepet) dengan index batonnya. Dan bisa juga dilihat dari tulisan "Swiss Made" yang terletak di bawah angka 6. Untuk yang palsu biasanya tulisan Swiss Made nya sebagian tertutup leh casing (maaf gambar tidak ada).
Pada versi Seamaster 300 dengan penambahan fungsi Date, versi asli memiliki garis di sekeliling jendela Date sedangkan yang palsu tidak ada. Movement jam palsu untuk tipe ini banyak menggunakan movement asli Omega. Movement yang dipakai untuk jam yang asli adalah cal.552 untuk tipe non-date dan saya pernah lihat yang palsu menggunakan movement yang mirip yaitu Omega cal.752.





