Showing posts with label A Review dan Perbandingan Jam Tangan. Show all posts
Showing posts with label A Review dan Perbandingan Jam Tangan. Show all posts

Monday, October 12, 2009

Omega Speedmaster Professional Pre-Moon and Moonwatch

Seringkali saya mendapatkan pertanyaan mengenai Omega Speedmaster NASA atau Moonwatch karena jam ini termasuk kolektibel dan salah satu icon desain Omega. Pertanyaannya adalah bagaimana membedakan Omega Speedmaster Professional (selanjutnya disebut sebagai Speedy) generasi sebelum nama Moonwacth populer dan Speedy Moonwatch itu sendiri. Posting kali ini saya coba gambarkan secara ringkas bagaimana ciri-ciri dari kedua jam Speedy dari 2 generasi yang berbeda. Perbandingan adalah antara Speedy Pre-Moon tahun 1969 dan generasi Speedy terakhir yang menggunakan movement cal.861 dari awal tahun 90-an.

Desain Dial
Hal pertama yang paling mudah dilihat dan dikenali adalah dari desain dial. Sepintas dial dengan finishing black matte ini serupa. Tapi kalau diperhatikan lebih seksama, desain dial Speedy Pre-Moon masih menggunakan model dial 'bertingkat' atau sering disebut sebagai dial 'pie pan' dimana bagian tengah dial dibuat lebih tinggi dari sisi luar dan menyerupai piring dibalik. Elemen desain lain pada dial antara Pre-Moon dan Moonwatch adalah identik. Counter sub register model tri-compax sama-sama dibuat 'tenggelam'. Bedanya sangat tipis, yaitu pada desain sub register Pre-Moon lubang sub registers penurunannya tidak siku tapi melandai, sedangkan pada Moonwatch dibuat siku 90 derajat. Karena desain unik Pre-Moon inilah maka para penggemar Speedy mengatakan kalau desain dial Pre-Moon lebih ber-'karakter'.
Caseback
Desain caseback Speedy Moonwatch selalu menuliskan "THE FIRST WATCH WORN ON THE MOON...", sebagai pegingat bahwa Omega berperan serta dalam misi pertama manusia ke bulan. Sedangkan pada Speedy Pre-Moon tidak ada tulisan apa-apa hanya logo dan tulisan SPEEDMASTER karena memang saat itu Omega belum secara resmi dipilih oleh NASA sebagai salah satu partner mereka. Untuk Speedy Moonwatch generasi baru bahkan membuat case back menjadi transparan.



Movement
Kedua jam dalam posting ini masih menggunakan kaliber movement yang sama yaitu Cal.861 yang merupakan pengembangan dari movement Lemania Cal.1873. Gambar movement 861 di bawah merupakan finishing dari Cal.861 pada era awal tahun 90-an. Omega mengganti finishing movement 861 mereka yang semula pink gold plated menjadi yellow gold plated pada tahun 1992, dan kemudian berganti lagi menjadi rhodium plated pada tahun 1996 seiring dengan diluncurkannya generasi movement Moonwatch yaitu Cal.1861.



Penulisan SPEEDMASTER
Ciri ini yang seringkali luput dari amatan karena memang objek-nya kecil dan sepintas memang tidak ada bedanya. Penulisan kata SPEEDMASTER pada kedua jam ini juga berbeda. Pada Speedy Pre-Moon penulisan SPEEDMASTER khususnya pada huruf S dan R terakhir lebih ramping dan tinggi daripada huruf serupa pada Moonwatch. (silahkan klik gambar dibawah untuk memperbesar).


Kaki (Lugs)
Kedua jam ini memiliki desain casing yang serupa dengan desain lugs seperti baja dipelintir. Ini salah satu ciri khas Speedy yang unik. Kedua Speedy beda generasi ini memiliki desain finishing casing, material hexalite crystal dan lugs yang sama.



Speedy moonwatch pada posting ini menggunakan model rantai baru. Ciri khususnya ada pada garis yang memisahkan antara balok-balok rantai yang berada di tengah. Kalau saya pribadi lebih menyukai desain rantai Speedy yang lama. Dengan diameter 42mm jam ini kelihatan mantap dan maskulin namun tidak menghilangkan kesan klasik walaupun dibuat pada tahun 90-an sekalipun.

Saturday, August 29, 2009

Komparasi Omega Flightmaster Cal.911 dan Seamaster Chronograph Cal.1040

 
Salah satu alasan kenapa saya melakukan komparasi kedua jenis Omega ini adalah, karena keduanya masuk dalam product Pilot lines vintage dan keduanya merupakan collectible item untuk Omega sport vintage. Khusus untuk Omega seamaster chronograph, tipe ini menggunakan casing yang sama dengan seri Speedmaster Mark III yang dibuat lebih banyak dari seri Seamaster dengan casing sama.

DESAIN DIAL

Kedua Omega memiliki desain dial yang unik. Omega FM memiliki desain dial 2 lapis dimana lapis pertama berupa inner bezel yang dapat berputar dengan menggunakan crown yang berada disisi kiri casing. Yang menarik dari dial FM ini adalah minute track yang dibuat lebar dengan warna putih dan pola minute index yang dibagi menjadi minute index yang lebih kecil dan berselang seling atas-bawah sehingga terlihat seperti pola geometris pada lomba Formula 1. Warna dial utama FM adalah coklat tua (mulai terlihat agak memudar karena proses oksidasi) yang dikombinasikan dengan warna sub register chronograph berwarna matte black sehingga pembacaan sub register menjadi lebih jelas karena perbedaan warna yang kontras. Indeks menit utama FM dilapisi oleh Tritium karena itu pada posisi angka 6 terdapat tulisan T SWISS MADE T. Perbedaan warna jarum jam-menit, jarum chronograph dan jarum GMT dibuat untuk memudahkan pembacaan.

Seamaster chrono memiliki warna dial yang menarik (biru tua) dan sering disebut sebagai Deep Blue. Konstruksi dial juga 2 lapis dimana lapis pertama merupakan penunjuk Tachymeter yang berwarna biru kehitaman. Desain dial dibuat asimetri dengan peletakan 2 fungsi sub register di kiri dan sebuah sub register lagi di bawah. 2 sub register di kiri dibuat bertumpuk yang ditunjukkan oleh jarum (untuk penunjuk detik) dan disc (lempengan) dengan gambar segitiga kecil berwarna biru untuk penunjuk am-pm. Pengukur menit menggunakan jarum besar berwarna orange denga ujung jarum berbentuk pesawat terbang yang menumpuk dengan jarum detik besar yang sewarna (pada gambar diatas terlihat seperti hanya ada 1 jarum orange).

CASING

Kedua jam ini menggunakan desain casing yang mirip yang disebut sebagai VOLCANO CASE, karena bentuknya yang mirip gunung berapi. Kalau saya menyebutnya sebagai casing TUMPENG TERPANCUNG. Konon casing jenis ini sulit sekali dibuat karena membutuhkan waktu yang lebih lama dan rumit daripada membentuk casing konvensional. Karena itu dalam sebuah forum Omega ada yang mengatakan bahwa tipe casing ini sulit untuk dipalsukan. Casing pada Seamaster chrono terlihat lebih tinggi beberapa mm. Dengan tinggi casing 17mm membuat jam ini terlihat sangat unik. Desain casing yang sama juga dibuat oleh seiko dalam produk chronograph automatic mereka seperti Helmet dan Tokei Zara.

Omega FM memang lebih rendah tapi penampangnya lebih panjang dan lebar.
Gambar dibawah menunjukkan perbedaan itu.

 
CASE BACK

Menurut saya, case back kedua jam ini tidak dibuat secara meyakinkan seperti omega seri dress watch dari tahun-tahun sebelumnya, dimana logo seamonster dan tulisan yang menyertainya dibuat sangat tegas dan kualitas engraving yang baik. Kedua jam ini seperti dibuat seadanya dengan engraving yang tipis dan sederhana. Karena itu tidak heran kalau banyak jam tipe seperti ini logo dan tulisan di case back sudah banyak yang hampir hilang karena tergerus selama pemakaian.

Case back FM hanya terdapat gambar pesawat dan tulisan FLIGHTMASTER sedangkan pada Seamaster hanya ada logo Seamonster dan tulisan SEAMASTER. dan logo Omega.

Omega FM menggunakan movement Cal.911 yang merupakan pengembangan dari Cal.861 milik speedy professional yang sudah menjadi klasik dan dikenal handal. Penambahan fungsinya adalah penunjuk GMT yang bisa diubah secara terpisah. Seamaster Chrono menggunakan movement Cal.1040 yang merupakan movement legenda juga dari Omega. Kedua jam ini menggunakan jenis rantai yang sama karena lebar lugs kedua jam ini sama yaitu 22mm. Termasuk cukup sulit juga untuk mendapatkan rantai Omega dengan lebar lugs 22mm karena tidak banyak jenis Omega sport yang menggunakan rantai selebar ini.

Secara fisik, keduanya tetap sama-sama eye catching karena dari desain dial dan casing. Bagi sebagian orang Omega FM tidak nyaman dikenakan karena posturnya yang lebar dan bobotnya berat. Sedangkan untuk saya pribadi, saya malah lebih merasa tidak nyaman bila memakai seamaster chrono karena desain casing yang tebalnya 17mm dengan ujung mengecil membuat jam seperti tdak stabil saat dikenakan. Apalagi saat mengenakan kemeja lengan panjang, jam ini akan selalu nongol di ujung lengan.

Saturday, July 25, 2009

Panerai 111 Replica VS Panerai 112 Original

Sudah lama saya ingin membahas perbandingan antara jam asli dan palsu (dihaluskan dengan 'Replika') dengan melakukan perbandingan langsung. Namun sampai saat ini saya belum dapat item jam palsu yang mau dibandingkan. Sampai akhirnya saya mendapati teman saya memakai jam Panerai palsu ref.111. jam yang akan saya bandingkan kali ini memang memiliki ref. number yang berbeda tapi kedua Panerai ini setipe. Perbedaannya hanya pada adanya jarum detik pada PAM 111, sedangkan PAM 112 hanya terdiri dari 2 jarum. Aslinya, kedua jenis panerai ini juga memiliki basis movement yang sama yaitu Unitas cal.6497 manual winding. Review kedua jam ini murni berdasarkan pengamatan pribadi saya yang mungkin saja kurang lengkap atau malah salah.

Jam PAM 111 yang dijadikan pembanding disini adalah dari kelas palsu utama (dihaluskan dengan sebutan 'KW1') yang memiliki banyak sekali kemiripan dengan aslinya. Hal utama saat orang melihat jam asli atau palsu adalah melihat movement-nya. Kebetulan kedua jam ini juga memiliki caseback transparan sehingga kita bisa langsung bisa melihat perbedaannya.

Kedua jam ini memiliki konstruksi movement yang sama yaitu manual wind Unitas Cal.6497. Entah movement apa yang digunakan oleh Pam palsu di sebelah kiri, tapi saya akui buatannya sangat bagus dan memang sama persis dengan aslinya (sebelah kanan). Pada Pam asli, bagian atas movement dihiasi ornamen berupa tulisan PANERAI secara berulang-ulang. Dan herannya, kalau anda perhatikan mesin Pam yang asli sebelah kanan tidak ada kata PANERAI yang bisa terbaca utuh dan selalu saja terpotong. Menurut info yang saya dapat, hal ini juga menunjukkan salah satu ciri Pam yang asli karena ada juga tipe Pam palsu yang memiliki tulian PANERAI berulang seperti ini tapi ada satu kata PANERAI yang utuh terbaca. Saya lihat di satu website yang menjual Pam 112 palsu kualitas baik dengan harga US$550 juga tidak memiliki tulisan PANERAI berulang seperti ini.

Pada Pam palsu tidak ada tulisan sama sekali dan hanya ada tulisan OFFICINE PANERAI berwarna biru dan sepertinya itu disablon/dicetak. kalau diperhatikan lebih detail lagi, kualitas parts yang berwarna kuning pada Pam yang palsu lebih suram dari yang asli yang berkilat. Urat-urat dari parts juga berbeda arahnya antara yang palsu dan asli.

Kemudian coba perhatikan bentuk kompas jam yang terleak diatas hairspring (per rambut). Pada Pam yang asli, bentuk kompas menyerupai pedang sedangkan yang palsu cenderung lurus. Bentuk jewels (warna merah) pada ujung kompas yang sebagai as juga berbeda. Pam yang asli jewelsnya lebih besar dan bentuk beda.



Berikutnya adalah cara penomoran produksi. pada Pam palsu (kiri) nomor produksi H0035/2000 seperti memiliki background berwarna gelap dan warna angka yang digrafir adalah putih (atau warna steel), sedangkan pam asli pemberian nomor produksi berwarna abu-abu, bersih dan tidak memiliki back ground.

Buckle Panerai memang salah satu bagian yang paling gampang ditiru karena mudah dan tidak banyak detailnya. Bentuk buckle 2 buah jam yang dibandingkan ini memang beda dan mungkin memang kedua tipe Pam seperti ini memiliki desain buckle yang beda. Terlepas dari perbedaan itu, coba anda perhatikan bagaimana kata PANERAI dibuat pada buckle ini. Pada Pam asli (kiri) tulisan PANERAI dibuat cukup dalam sedangkan yang palsu relatif leih tipis dari permukaan. Kemudian hal lain yang terlihat adalah kualitas baja yang digunakan. Yang asli lebih berkilat.

Sekarang bagian strap-nya. Leather strap buatan Panerai dikenal sangat baik kualitasnya karena sebagian besar dipasok oleh Hirsch, pembuat strap terkemuka. Coba perhatikan tamplan kedua strap ini, nyaris sama persis. Dari model jahitan, cara menyamak kulit dan bahkan pengait strap juga dijahit seperti aslinya. Biasanya jam-jam palsu merekatkan pengait strap dengan lem dan bukan dijahit seperti contoh diatas. Strap palsu akan cepat lusuh apabila sering dipakai sedangkan strap yang asli, menurut para paneristi, semakin lama akan semakin nyaman dipakai.

Semula saya mengira bahwa salah satu hal yang sulit ditiru adalah bobot jam dan biasanya jam palsu bobotnya lebih ringan. Tapi Pam palsu ini bobotnya nyaris sama dengan aslinya. Saya coba melakukan uji perbandingan langsung dengan menumpuk jam ini. Dan ternyata memang dimensinya sama! pada gambar diatas, Pam yang asli adalah yang sebelah atas. Sama kan? Coba lihat juga desain lugs dan lubang pada lugs..persis juga!

Setelah jam dijajarkan dan dilihat dari atas baru terlihat bedanya. Pam yang asli kristalnya terbuat dari bahan Corundum dengan ketebalan 1,5mm dan diberi lapisan coating sehingga tampilan lebih jelas dan tidak banyak memantulkan bayangan. Jam yang palsu tidak memiliki lapisan coating seperti yang asli sehingga akan banyak bayangan yang memantu dari kristal. Hal lain yang masih bisa terlihat bedanya adalah kualitas indeks jam. Kedua jam ini sama-sama model sandwich dial dimana ada 2 lapisan dial. Bagian bawah yang merupakan lapisan mengandung zat yang memancarkan cahaya dalam gelap, dan lapisan atas sebagai penutup dan diberi lubang untuk indeks. Pada Pam asli, warna indeks lebih terang dan antara lapisan atas dan bawah terlihat lebih rapat. Pada pam palsu, kalau dilihat dari samping lapisan atas dan bawah terlalu renggang dan warna lapisan bawah lebih suram dari yang asli. Pada gambar atas kelihatan sekali bedanya.

Saya pernah membahas secara singkat bagaimana membedakan jam asli dengan yang palsu. Jam asli selalu punya 'aura' yang berbeda dengan jam palsu. Aura ini muncul karena penggunaan bahan yang kualitasnya tinggi dan pembuatan yang mengutamakan pada detail yang rapih. Tapi memang hal yang mempermudah anda untuk bisa membedakan adalah dengan pernah terlebih dahulu melihat aslinya. Karena semakin sering anda lihat yang asli, begitu lihat yang palsu maka anda akan sedikitnya mempertanyakan hal-hal yang 'tidak cocok'.

Panerai banyak sekali ditiru karena memang desainnya iconic dan klasik. harga baru dan bekasnya yang begitu mahal menyebabkan banyak peluang untuk dipalsukan. karena itu selalu hati-hati membeli Panerai terutama dari orang yang tidak anda kenal. Lebih baik hati-hati daripada anda beli jam pulhan juta kalau tenyata palsu (maaf..replika..). Kembali prinsip "Buy the Seller Not the Watch" tetap berlaku..

Tuesday, April 21, 2009

SEIKO 5 Diver 'Baby Monster' SNZF51

Sepintas Seiko Diver ini mirip sekali penampilannya dengan pendahulunya Seiko monster. Karena itu orang menyebut tipe-tipe seiko diver seperti ini dengan 'baby monster'. Seiko ini adalah tipe diver dari kelompok Seiko 5. Frankly speaking, saya sebenarnya ada sedikit 'alergi' dengan jam-jam tipe seiko 5. Entah kenapa setiap mau beli seiko tapi begitu lihat ada tulisan angka 5 mood menjadi berkurang. Mungkin karena Seiko 5 identik dengan Seiko 'sejuta umat' yang sangat banyak variasi desainnya dan dengan harga yang 'biasa-biasa saja' serta tentu saja harga yang sangat terjangkau. Ada seorang rekan sehobi yang juga alergi dengan angka 5 pada dial seiko bahkan melepasnya saat dia naksir jam seiko 5 military.

 
Pertama kali saya lihat gambar jam ini di forum kaskus dan saya langsung jatuh cinta pada penampilannya yang maskulin. Seiko 'baby monster' ini mungkin dibuat karena kepopuleran seniornya Seiko monster. Sebutan baby saya rasa bukan dari segi dimensinya, karena dimensi seiko ini sama dengan seiko monster yaitu sekitar 41mm. 

Sala satu hal yang saya sukai dari seiko ini adalah desain bezel yang menurut saya lebih baik dari seiko monster. Bezel berwarna hitam dengan marker angka putih sangat kontras. Seiko baby monster memiliki beberapa variasi desain warna dial dan bezel. Bahkan ada satu jenis yang all black.

Desain rantai sedikit mengikuti desain rantai seiko monster, namun seiko 5 ini memiliki desain yang lebih tegas unsur geometris-nya. saya rasa, desain dengan bentuk geometris besar seperti ini dibuat untuk mengimbangi desain casing dan bezel yang besar. Finishing rantai adalah brushed dan polished steel. Menurut saya desain dan finishing seiko monster masih lebih nyaman di tangan daripada rantai baby monster ini.

Desain pengunci rantai standar seperti jam-jam diver lain yaitu menggunakan double lfolding claps dengan safety lock.
Seiko Monster VS baby Monster
Sekarang mari kita bandingkan monster dan baby monster dan kita lihat beberapa perbedaannya. Pada seiko monster, bezel terbuat dari steel sedangkan baby monster bukan. Saya rasa kualitas bezel pada baby monster lebih rentan gores dan aus. Dan dalam pemakaian lama, warna bezel bisa saja memudar. Crown monster bentuk lebih besar dan terlihat kokoh, terletak di posisi angka 4 dan menggunakan sistem screw ini untuk menguncinya. Hal ini menunjukkan bahwa seiko monster memang dibuat dengan standar untuk profesional.
Crown pada baby monster tidak menggunakan sistem screw ini tapi cabut dan tekan seperti jam-jam seiko automatic biasa. Entah apa alasannya tapi seiko menjamin bahwa jam ini masih bisa tahan air. Bentuk crown baby monster juga tidak seimbang dengan diamater casing sehingga terkesan seadanya. Yang menarik adalah baby monster menggunakan crwon guard yang sedikit banyak membantu menyamarkan kecilnya dimensi crown.


Penggunaan jarum relatif sama hanya berbeda sedikit sekali di ukuran. Terlihat dimensi jarum baby monster lebih tambun sedikit. Yang menarik dari baby monster adalah penggunaan jarum detik berwarna merah yang (walaupun kecil) tampil atraktif. Index marker baby monster juga lebih panjang dan gemuk dengan perbedaan yang sangat terlihat pada double index di posisi angka 12.

Bezel pada monster terlihat atraktif dengn desain yang keluar dari pakem jam diver seiko pada umumnya yang berdesain konservatif. Mungkin juga karena desain yang nyeleneh ini membuat seiko monster bisa memikat hati para penggemar horologi dan mungkin karena desain yang unik dan aneh ini pula maka kita sepakat menyebutnya sebagai 'monster'.
Sedangkan pada bezel baby monster desain bezel masih mengikuti kaidah desain konservatif seiko untuk jam diver dan hanya membuat perbedaan pada grip bezel yang di desain agak jarang dan mungkin ini juga dibuat agar orang mudah memutar bezelnya. Desain yang sedikit keluar dari kebiasaan adalah penggunaan angka-angka yang besar dan tebal sehingga mudah untuk dibaca. Keduanya sama-sama menggunakan hardlex crystal. 

Sekarang perhatikan lugs kedua jam diatas. Desain lugs baby monster terlihat lebih besar dan kokoh. Desain ini menurut saya lebih pantas digunakan untuk jam diver. 
Menurut saya (kembali ini menurut saya lo), kualitas bahan dari seiko baby monster ini memang tidak lebih baik dari monster. Coba amati gambar di bawah, tampilan dan 'kinclong'nya steel dari kedua jam ini berbeda. Steel monster terlihat lebih 'berkelas' dan lebih kinclong dari adiknya.
Movement yang digunakan pada baby monster adalah automatic cal.7S36B dengan 23 jewels. Caliber ini merupakan edisi perbaikan dari cal.7S26 dengan 21 jewels yang sangat banyak diaplikasikan di jam-jam seiko automatic. Movement ini memiliki bph 21,600 ph. Pada banyak jam seiko 5 keluaran baru menggunakan see through back sehingga kita bisa melihat prgerakan movement-nya. Monster tidak menggunakan desain yang sama karena untuk profesional dive watch tidak perlu dan riskan untuk menggunakan desain see through back.


Saat mengeluarkan tipe ini Seiko membandrol harga US$349, namun harga jam ini di pasaran terutama Indonesia) bisa lebih dari separuhnya. Jadi kalau anda suka jam-jam dengan diameter besar, penampilan gagah, kualitas yang baik dan harga yang terjangkau, jam ini sangat direkomendasikan!

Wednesday, November 28, 2007

Comparison 2 GMT watches: Rolex 1675 and Seiko 6117

Mungkin banyak yang akan berpendapat bahwa 2 merek ini tidak bisa dibandingkan karena alasan "kasta" atau apapun. Disini saya tidak melihat kasta tapi dari object-nya sendiri: Jam GMT automatic. Kebetulan yang ada hanya 2 merek ini jadi coba kita sama-sama bandingkan.

Pertama-tama kita lihat beberapa persamaan yang ada:

(1) dapat menunjukkan waktu dari dua wilayah berbeda (time zone);
(2) memiliki 4 buah jarum dan fungsi kalendar (tanggal);
(3) dikeluarkan pada periode yang sama yaitu awal 1970an, khusus untuk Rolex GMT ada yang periode lebih awal yaitu akhir 1950 dan 1960an;
(4) size casing sama sekitar 40mm.
(5) memiliki ciri matt dial.
(6) memiliki warna indikator merah biru (pepsi bezel) walau untuk Seiko GMT lebih muda warna birunya
(7) kaca sama-sama terbuat dari mika



Sekarang kita identifikasi beberapa perbedaannya:

(1) indikator GMT pada Rolex terletak di luar (outer bezel) sedangkan Seiko terletak di dalam (inner bezel). Pada Rolex, angka GMT lebih mudah dibaca (readable) tetapi sering terbentur-bentur karena terletak diluar. Pada Seiko angka GMT lebih kecil-kecil, tetapi ring lebih awet karena terletak di dalam dial. Hanya, pada Seiko ring dalam cepat bergeser karena setelan putaran untuk menggerakkan bezel sering kendor.


(2) Mesin, Rolex sudah standar chronometer, Seiko tidak. Tetapi mesin Seiko yang caliber 61xx termasuk yang hi-grade. Karena itu baik Rolex maupun Seiko kalau mesin prima bisa tepat terus, tidak masalah.

(3) sistem pindah tanggal Rolex masih manual 24 jam, Seiko sudah quick set date.

(4) Seiko mengeluarkan seri World Timer (yang ada nama-nama kota) sebagai pelengkap GMT (navigator timer), Rolex tidak.

(5) warna radium Rolex soft white, Seiko agak hijau. Kalau sudah aging punya Rolex jadi berubah agak krem, kalau Seiko jadi agak hitam (lebih kotor).

(6) harga, Rolex paling murah rante tebal Rp.25 juta, Seiko paling mahal rante tebal Rp.1 juta.

(7) Seiko 6117 kalau kita pakai yang mulus dan prima pasti dilirik kolektor. Rolex 1675 kalau kita pakai yang mulus dan prima pasti dilirik jambret dan pedagang he he he....

(8) Mesin Rolex mempunyai power reserve yang lebih lama, sekitar 40 jam. Sedangkan Seiko sekitar 20 jam. Namun, jika dalam posisi dipakai terus, keduanya dapat berjalan tanpa henti. Kalau disimpan, memang Rolex lebih lama hidup. Untuk ukuran arloji antik, saya kira 12 jam sudah cukup.

(9) Perbedaan lain, jarum untuk penunjuk GMT punya Seiko lebih unik. Jika dilihat dengan pembesar, ternyata ujung jarum itu melengkung ke atas, seperti petir tetapi ke atas. Orang bilang seperti leher kura-kura. Kalau dilihat dengan mata biasa memang tidak terlihat.

Persamaan lain yang belum disebutkan diatas adalah: semakin lama harga kedua jam ini semakin mahal tapi juga semakin dicari orang !

Tulisan kiriman Bang Marga, seorang penikmat arloji antik yang tinggal di Bojong Gede. Semua jam yang ditampilkan di posting ini adalah koleksi beliau.