Speedy moonwatch pada posting ini menggunakan model rantai baru. Ciri khususnya ada pada garis yang memisahkan antara balok-balok rantai yang berada di tengah. Kalau saya pribadi lebih menyukai desain rantai Speedy yang lama. Dengan diameter 42mm jam ini kelihatan mantap dan maskulin namun tidak menghilangkan kesan klasik walaupun dibuat pada tahun 90-an sekalipun.
Tempat berbagi kesenangan dan informasi akan jam-jam tangan kuno/antik dan juga modern. Saya bukanlah kolektor tapi hanya seseorang yang mengagumi, menyenangi dan mengumpulkan jam terutama jam antik. Mulai menyenangi dunia horologi sejak 1997 dan Online sejak April 2006.
Monday, October 12, 2009
Omega Speedmaster Professional Pre-Moon and Moonwatch
Speedy moonwatch pada posting ini menggunakan model rantai baru. Ciri khususnya ada pada garis yang memisahkan antara balok-balok rantai yang berada di tengah. Kalau saya pribadi lebih menyukai desain rantai Speedy yang lama. Dengan diameter 42mm jam ini kelihatan mantap dan maskulin namun tidak menghilangkan kesan klasik walaupun dibuat pada tahun 90-an sekalipun.
Saturday, August 29, 2009
Komparasi Omega Flightmaster Cal.911 dan Seamaster Chronograph Cal.1040
Salah satu alasan kenapa saya melakukan komparasi kedua jenis Omega ini adalah, karena keduanya masuk dalam product Pilot lines vintage dan keduanya merupakan collectible item untuk Omega sport vintage. Khusus untuk Omega seamaster chronograph, tipe ini menggunakan casing yang sama dengan seri Speedmaster Mark III yang dibuat lebih banyak dari seri Seamaster dengan casing sama.
Kedua Omega memiliki desain dial yang unik. Omega FM memiliki desain dial 2 lapis dimana lapis pertama berupa inner bezel yang dapat berputar dengan menggunakan crown yang berada disisi kiri casing. Yang menarik dari dial FM ini adalah minute track yang dibuat lebar dengan warna putih dan pola minute index yang dibagi menjadi minute index yang lebih kecil dan berselang seling atas-bawah sehingga terlihat seperti pola geometris pada lomba Formula 1. Warna dial utama FM adalah coklat tua (mulai terlihat agak memudar karena proses oksidasi) yang dikombinasikan dengan warna sub register chronograph berwarna matte black sehingga pembacaan sub register menjadi lebih jelas karena perbedaan warna yang kontras. Indeks menit utama FM dilapisi oleh Tritium karena itu pada posisi angka 6 terdapat tulisan T SWISS MADE T. Perbedaan warna jarum jam-menit, jarum chronograph dan jarum GMT dibuat untuk memudahkan pembacaan.
Seamaster chrono memiliki warna dial yang menarik (biru tua) dan sering disebut sebagai Deep Blue. Konstruksi dial juga 2 lapis dimana lapis pertama merupakan penunjuk Tachymeter yang berwarna biru kehitaman. Desain dial dibuat asimetri dengan peletakan 2 fungsi sub register di kiri dan sebuah sub register lagi di bawah. 2 sub register di kiri dibuat bertumpuk yang ditunjukkan oleh jarum (untuk penunjuk detik) dan disc (lempengan) dengan gambar segitiga kecil berwarna biru untuk penunjuk am-pm. Pengukur menit menggunakan jarum besar berwarna orange denga ujung jarum berbentuk pesawat terbang yang menumpuk dengan jarum detik besar yang sewarna (pada gambar diatas terlihat seperti hanya ada 1 jarum orange).
Kedua jam ini menggunakan desain casing yang mirip yang disebut sebagai VOLCANO CASE, karena bentuknya yang mirip gunung berapi. Kalau saya menyebutnya sebagai casing TUMPENG TERPANCUNG. Konon casing jenis ini sulit sekali dibuat karena membutuhkan waktu yang lebih lama dan rumit daripada membentuk casing konvensional. Karena itu dalam sebuah forum Omega ada yang mengatakan bahwa tipe casing ini sulit untuk dipalsukan. Casing pada Seamaster chrono terlihat lebih tinggi beberapa mm. Dengan tinggi casing 17mm membuat jam ini terlihat sangat unik. Desain casing yang sama juga dibuat oleh seiko dalam produk chronograph automatic mereka seperti Helmet dan Tokei Zara.
Omega FM memang lebih rendah tapi penampangnya lebih panjang dan lebar. Gambar dibawah menunjukkan perbedaan itu.
CASE BACK
Case back FM hanya terdapat gambar pesawat dan tulisan FLIGHTMASTER sedangkan pada Seamaster hanya ada logo Seamonster dan tulisan SEAMASTER. dan logo Omega.
Secara fisik, keduanya tetap sama-sama eye catching karena dari desain dial dan casing. Bagi sebagian orang Omega FM tidak nyaman dikenakan karena posturnya yang lebar dan bobotnya berat. Sedangkan untuk saya pribadi, saya malah lebih merasa tidak nyaman bila memakai seamaster chrono karena desain casing yang tebalnya 17mm dengan ujung mengecil membuat jam seperti tdak stabil saat dikenakan. Apalagi saat mengenakan kemeja lengan panjang, jam ini akan selalu nongol di ujung lengan.
Saturday, July 25, 2009
Panerai 111 Replica VS Panerai 112 Original
Jam PAM 111 yang dijadikan pembanding disini adalah dari kelas palsu utama (dihaluskan dengan sebutan 'KW1') yang memiliki banyak sekali kemiripan dengan aslinya. Hal utama saat orang melihat jam asli atau palsu adalah melihat movement-nya. Kebetulan kedua jam ini juga memiliki caseback transparan sehingga kita bisa langsung bisa melihat perbedaannya.
Kemudian coba perhatikan bentuk kompas jam yang terleak diatas hairspring (per rambut). Pada Pam yang asli, bentuk kompas menyerupai pedang sedangkan yang palsu cenderung lurus. Bentuk jewels (warna merah) pada ujung kompas yang sebagai as juga berbeda. Pam yang asli jewelsnya lebih besar dan bentuk beda.
Panerai banyak sekali ditiru karena memang desainnya iconic dan klasik. harga baru dan bekasnya yang begitu mahal menyebabkan banyak peluang untuk dipalsukan. karena itu selalu hati-hati membeli Panerai terutama dari orang yang tidak anda kenal. Lebih baik hati-hati daripada anda beli jam pulhan juta kalau tenyata palsu (maaf..replika..). Kembali prinsip "Buy the Seller Not the Watch" tetap berlaku..
Tuesday, April 21, 2009
SEIKO 5 Diver 'Baby Monster' SNZF51
Desain rantai sedikit mengikuti desain rantai seiko monster, namun seiko 5 ini memiliki desain yang lebih tegas unsur geometris-nya. saya rasa, desain dengan bentuk geometris besar seperti ini dibuat untuk mengimbangi desain casing dan bezel yang besar. Finishing rantai adalah brushed dan polished steel. Menurut saya desain dan finishing seiko monster masih lebih nyaman di tangan daripada rantai baby monster ini.
Penggunaan jarum relatif sama hanya berbeda sedikit sekali di ukuran. Terlihat dimensi jarum baby monster lebih tambun sedikit. Yang menarik dari baby monster adalah penggunaan jarum detik berwarna merah yang (walaupun kecil) tampil atraktif. Index marker baby monster juga lebih panjang dan gemuk dengan perbedaan yang sangat terlihat pada double index di posisi angka 12.
Sekarang perhatikan lugs kedua jam diatas. Desain lugs baby monster terlihat lebih besar dan kokoh. Desain ini menurut saya lebih pantas digunakan untuk jam diver.
Wednesday, November 28, 2007
Comparison 2 GMT watches: Rolex 1675 and Seiko 6117
Pertama-tama kita lihat beberapa persamaan yang ada:
(1) dapat menunjukkan waktu dari dua wilayah berbeda (time zone);
(2) memiliki 4 buah jarum dan fungsi kalendar (tanggal);
(3) dikeluarkan pada periode yang sama yaitu awal 1970an, khusus untuk Rolex GMT ada yang periode lebih awal yaitu akhir 1950 dan 1960an;
(4) size casing sama sekitar 40mm.
(5) memiliki ciri matt dial.
(6) memiliki warna indikator merah biru (pepsi bezel) walau untuk Seiko GMT lebih muda warna birunya
(7) kaca sama-sama terbuat dari mika
Sekarang kita identifikasi beberapa perbedaannya:
(1) indikator GMT pada Rolex terletak di luar (outer bezel) sedangkan Seiko terletak di dalam (inner bezel). Pada Rolex, angka GMT lebih mudah dibaca (readable) tetapi sering terbentur-bentur karena terletak diluar. Pada Seiko angka GMT lebih kecil-kecil, tetapi ring lebih awet karena terletak di dalam dial. Hanya, pada Seiko ring dalam cepat bergeser karena setelan putaran untuk menggerakkan bezel sering kendor.
(2) Mesin, Rolex sudah standar chronometer, Seiko tidak. Tetapi mesin Seiko yang caliber 61xx termasuk yang hi-grade. Karena itu baik Rolex maupun Seiko kalau mesin prima bisa tepat terus, tidak masalah.
(3) sistem pindah tanggal Rolex masih manual 24 jam, Seiko sudah quick set date.
(4) Seiko mengeluarkan seri World Timer (yang ada nama-nama kota) sebagai pelengkap GMT (navigator timer), Rolex tidak.(5) warna radium Rolex soft white, Seiko agak hijau. Kalau sudah aging punya Rolex jadi berubah agak krem, kalau Seiko jadi agak hitam (lebih kotor).
(6) harga, Rolex paling murah rante tebal Rp.25 juta, Seiko paling mahal rante tebal Rp.1 juta.
(7) Seiko 6117 kalau kita pakai yang mulus dan prima pasti dilirik kolektor. Rolex 1675 kalau kita pakai yang mulus dan prima pasti dilirik jambret dan pedagang he he he....
(8) Mesin Rolex mempunyai power reserve yang lebih lama, sekitar 40 jam. Sedangkan Seiko sekitar 20 jam. Namun, jika dalam posisi dipakai terus, keduanya dapat berjalan tanpa henti. Kalau disimpan, memang Rolex lebih lama hidup. Untuk ukuran arloji antik, saya kira 12 jam sudah cukup.
(9) Perbedaan lain, jarum untuk penunjuk GMT punya Seiko lebih unik. Jika dilihat dengan pembesar, ternyata ujung jarum itu melengkung ke atas, seperti petir tetapi ke atas. Orang bilang seperti leher kura-kura. Kalau dilihat dengan mata biasa memang tidak terlihat. Persamaan lain yang belum disebutkan diatas adalah: semakin lama harga kedua jam ini semakin mahal tapi juga semakin dicari orang !
Tulisan kiriman Bang Marga, seorang penikmat arloji antik yang tinggal di Bojong Gede. Semua jam yang ditampilkan di posting ini adalah koleksi beliau.