Tuesday, January 30, 2018

GRAND SEIKO Hi-Beat 36000 Bph 6145 Gold Capped


SEIKO mulai memproduksi seri high-end GRAND SEIKO (GS) pada periode awal tahun 60-an dan berlanjut sampai periode 70-an. GRAND SEIKO mehanical mulai lagi diproduksi pada tahun 1998 sampai dengan sekarang. Salah satu The most iconic of all the Grand Seiko case designs bermula dengan manual wind 44GS di tahun 1966 , dan kemudian banyak diproduksi pada seri automatic 61GS di tahun1968. Seri 61GS bisa dikatakan sebagai hasil dari perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan oleh SEIKO sejak tahun 1960, termasuk juga perubahan yang signifikan dari sisi perbaikan movement.


GS yang di review kali ini adalah produksi Juli 1968 dengan seri 6145-8000. Jam ini di desain oleh Taro Tanaka, seorang first graduate dari sekolah desain yang direkrut oleh Seiko. Taro kala itu ingin membuat sebuah desain jam disebutnya “sparkle brilliantly” saat dipandang dan dikenakan dan sebuah desain yang bisa bersaing dengan jam-jam Swiss. Akhirnya Taro berhasil mebuat sebuah standar bagi Grand Seiko yang kemudian dikenal sebagai “Grammar of Design" (topik ini akan dibahas khusus di tulisan yang lain).


6145 diproduksi dalam 2 varian: steel dan gold capped. Secara desain, ini salah satu desain GS terbaik menurut saya. dari segi komposisi dan cutting. Berbeda dengan versi steel, cutting GS gold capped ini tidak setajam yg steel, mungkin krn permukaannya dilapisi oleh lempengan emas. Diameter casing 36mm tanpa crown, dengan tebal sekitar 12mm cukup nyaman dipakai.


Dial GS ini memiliki warna yang menurut saya menarik dan cocok dengan warna emas dari casing. Warnanya bukan kuning dan juga bukan silver. Warnanya seperti semu krem dengan kombinasi jarum dan indeks yang terbuat dari emas. Khusus pada jarum dan indeks, bagian tengah terdapat warna hitam yang membuat visual menjadi lebih jelas dan secara estetika membuat lebih cantik. Hal yang paling saya suka dari seri GS adalah kualitas finishing yang sangat rapih dan detail yang diolah dengan baik. Lebar lugs 18mm. Desain lugs yang rata membuat jam ini terlihat lebih formil bila meggunakan strap, dan juga terlihat lebih rapih. Crown emas GS yang menjadi 'the crown' buat setiap jam S dibuat dengan sangat baik.



Movement Cal.6145 adalah salah satu automatic movement Seiko yang terbaik 25-jewel automatic hi-beat yang memiliki 36,000bph. Movement ini dibuat di pabrik Suwa. MOvement ini bisa juga diputar secara manual dan memiliki hacking feature. Tidak seperti 6145 lain yang pernah saya lihat, torot movement biasanya hanya tertulis SEIKO, namun di jam ini ditulis GRAND SEIKO. Movement 61GS ini telah memenuhi Seiko internal GS standard approval, yang memiliki toleransi -3/+6 detik per hari. Bila dilihat dari sejarahnya, 61GS mengambil basis movement dari 61 SeikoMatic 5 movement, yang telah mengelami improvement, perubahan dan perbaikan dengan menggunakan teknologi yang didapat dari kompetisi The Astronomical Observatory Concours yang diikuti oleh SEIKO dan berhasil dengan sangat baik.


Wednesday, January 3, 2018

RADO NCC 101 Automatic TV Square Case


Menyenangi hobi mengoleksi jam antik sejak tahun 1997 dan mulai mendalami hobby ini setelah tahun 2006, saya melihat beberapa kali fase jenuh walaupun tidak sekalipun keinginan untuk lepas dari hobby yang menyenangkan ini. Beberapa tahun belakangan, kejenuhan mulai melanda lagi dan mungkin malah siklus nya balik lagi ke masa awal menyukai jam antik. Mulai dari merek-merek yang sering disebut sebagai 'low level brand' seperti Mido, Titus, Rado dll. Mungkin karena merek-merek 'Big Boys' seperti Rolex dan Omega sudah sering lihat dan dengan desain yang begitu-begitu saja, ditambah lagi harganya yang kian hari kian melejit naiknya.

Posting kali ini, saya hendak bahas sedikit mengenai sebuah jam, yang menurut saya, adalah salah satu icon dari sebuah era dimana seluruh dunia dilanda demam Luar Angkasa, yaitu periode Space-Age era. Pada awal tahun 70-an, RADO mulai membuat sebuah desain baru yang iconic dengan dimensi dan desain yang sangat eye catching. RADO menyebut model ini sebagai NCC, yang merupakan singkatan dari 'New Case Concept'.


 Saat itu RADO membuat sebuah campaign 'Watches for the future" atau "Watches of 2000" dengan desain yang modern dan eye catching. NCC 101 merupakan desain dan produksi awal untuk seri NCC. Desainnya keluar dari pakem desain Rado pada umumnya. Caseback yang flat dan disatukan dengan casing dengan menggunakan 4 buah baut. Desain casing yang lebar dan movement yang dibungkus dengan karet berwarna biru untuk menambah water resistant. 


 Hal yang paling saya suka dari NCC ini adalah desain rantainya yang sangat unik, nyaman dipakai sekaligus terlihat kokoh. Terbuat dari lempengan stainless steel yang dibuat dengan lengkungan yang ergonomis dan seperti gelang saat dipakai di pergelangan tangan. Desainnya yang unik ini merupakan salah satu ciri khas dari NCC. Saat ini banyak ditemui RADO NCC yang tidak lagi memiliki rantai aslinya seperti ini. Bahkan banyak juga saya lihat RADO NCC yang bukan lagi original, melainkan dibuat lagi dengan komponen yang bukan aslinya (selain movement). 


Selama berkecimpung di jam antik, saya belum pernah melihat dan mendapatkan sebuah RADO NCC yang full original dan dalam kondisi sebaik ini. Bahkan mikanya masih belum terlihat ada guratan yang biasanya kita dapati pada sebuah mika vintage. Original crown dan terutama logo jangkar yang bisa berputar. Keberadaan RADO NCC memang tidak sebanyak model lain dan model ini sangat populer di Jepang.





Sunday, December 17, 2017

GTG KRONOMETROFILIA 2017 Tribute To Our Beloved Friends

 Setelah vakum selama beberapa tahun, akhirnya komunitas penggemar jam pertama di Indonesia KRONOMETROFILIA melakukan kegiatan Get ToGether (GTG) pada penghujung tahun 2017. Keinginan untuk berkumpul kembali sebenarnya sudah menguat beberapa bulan lalu dan selalu disinggung dalam percakapan WA group KRONOMETROFILIA. Keinginan itu semakin kuat untuk direalisasikan setelah beberapa waktu lalu, KRONOMETROFILIA kehilangan 2 orang member senior. Kegiatan ini diadakan selain untuk memperkuat silaturahmi antar anggota juga untuk mengingat kebaikan 3 orang teman baik kami.

Acara GTG kali ini diadakan di sebuah restoran di area Tebet Timur. GTG kali ini tidak hanya member KRONOMETROFILIA saja yag hadir, tapi juga ada komunitas lain seperti Seiko Diver Indonesia (SDI) dan Pencinta Arloji Kuno Indonesia (PAKI). Karena 2 rekan kami yaitu Alm. Antono Purnomo dan Alm. Hermawan adalah juga anggota komunitas tersebut. Beberapa orang juga datang dari luar kota. Acara GTG kali ini, selain sharing koleksi, juga ada acara lelang yang keseluruhan hasilnya akan diberikan kepada 3 keluarga teman: Alm. Bayu. Alm. Antono P dan Alm.Hermawan. Diluar perkiraan panitia, ternyata banyak rekan-rekan yang menyumbangkan koleksi mereka untuk dilelang pada acara ini. Ada lebih dari 25 buah jam yang dilelang.





Acara lelang yang dilakukan oleh panitia berlangsung seru, terutama untuk jam-jam yang populer dan menjadi incaran. Harga yang dicapai dalam lelang ini cukup baik, bahkan ada item yang dilelang terjual dengan harga lebih tinggi dari harga baru jam tersebut. Kegiatan lelang amal ini sangat menyenangkan karena semua hasilnya Insya Allah akan bermanfaat buat kelarga rekan-rekan yang ditinggalkan.
Beberapa jam koleksi anggota yang disumbangkan untuk dilelang.

 Kalau ada event GTG, tentu saja yang menjadi sajian utama adalah sharing koleksi arloji dari para member. Mayoritas jam yang menjadi koleksi adalah jam-jam antik dari berbagai periode. Beberapa item menarik akan saya tunjukkan disini. Akan sangat panjang daftarnya bisa saya munculkan semua jam yang saya suka dalam posting ini. OK, tentu saja yang perlu saya beri tempat dulu adalah untuk 'The legend' dari Omega yaitu Pre Moonwatch 861. Model ini semakin dicari oleh kolektor dan hargaya juga semakin meningkat. Ada 2 orang member yang koleksi Omega Speedmaster nya termasuk lengkap.


Nah, ini berikut adalah model jam yang setiap kali saya melihatnya selalu membuat saya tersenyum senang (dan akan lebih lebar lagi senyum saya bila saya bisa memilikinya..). Jam-jam ini merupakan salah satu saksi sejarah dari era PD ke-2 dan sering disebut sebagai 'The Dirty Dozen'. Pada era PD 2, Britain's Ministry of Defense (MoD) melengkapi prajurit mereka dengan jam tangan tangguh yang sudah lolos uji secara militer. MoD meminta 12 perusahaan jam untuk memproduksi jam-jam tersebut, yaitu: Buren, Cyma, Eterna, Grana, Jaeger Le-Coultre, Lemania, Longines, IWC, Omega, Record, Timor and Vertex. Tidak semua produsen jam memproduksi jumlah jam yang sama. Untuk produsen jam besar memperoduksi lebih banyak, seperti Omega 25,000 pcs, Longines 10,000 pcs, dan IWC 6000 pcs. Untuk merk lain diyakini memproduksi kurang dari 6000 pcs per merk. GTG kali ini ada 2 orang yang membawa beberapa model The Dirty Dozen.2 LONGINES dan TIMOR military yang saya lihat ini masih dalam kondisi sangat bagus untuk usia jam diatas 60 tahun.

LONGINES military 'The Dirty Dozen'
LONGINES dan TIMOR military
Jam berikut ini termasuk jenis jam yang semakin jarang ditemui saat ini, yaitu Speedmaster Mark 2 yang menggunakan movement legendari Cal.861. Lebih menyenangkan lagi adalah kondisi Mark 2 ini dalam kondisi New Old Stock (NOS), lengkap dengan box dan papernya. Pada casing jam terlihat segel jam. Berikutny seri yang sama dengan model racing dial yang lebih atraktif dengan penggunaan warna merah dan orange pada dial.

OMEGA Speedmaster mark 2 New Old Stock
OMEGA Speedmaster Mark 2 Racing Dial

Menurut saya, salah satu the rarest collection yang dibawa saat GTG kali ini adalah sebuah Seamaster chronograph Ref.145.023 aka 'The Darth Vader'. Disebut sebagai The Darth Vader karena desainnya mirip tokoh Darth Vader dalam film Star Wars. Bentuk jamnya unik dengan casing yang Oktagonal yang dilapisi lempengan tungsten metal shell. Penampilanya sangat eye catching!


OMEGA Seamaster chronograph 145.023 'The Darth Vader'
 Kalau lihat jam berikut, saya bisa bilang sebagai salah satu the Icon untuk era tahun 80-90an. TAG HEUER 1000. Desainnya sebagai jam diver mirip dengan Rolex. Size cukup moderat dan masih bisa dipakai laki-laki dan perempuan. Kondisinya masih bagus juga.

TAG HEUER 1000
Jam berikut mungkin tidak akan sering kita lihat dalam keseharian, sebuah jam diver profesional yang sempat populer di era tahun 80-an, AQUASTAR Benthos 1000m. Ya, jam diver ini dibuat untuk bisa menahan tekan sampai 1000m dibawah laut...dan ya..ini adalah sebuah jam automatic. Kemampuan teknisnya yang cukup ekstrim, jam ini menggunakan modul casing yang tangguh dan berat. LEMANIA dn TISSOT juga pernah membuat varian jam AQUASTAR seperti ini dengan menambahkan brand mereka pada dial.

AQUASTAR Benthos 1000m
Seperti yang sudah sering saya alami, bila hadir dalam acara seperti ini seperti seorang anak kecil yang berada di sebuah toko mainan besar..membuat senang, membuat lupa waktu. Sayangnya, saya tidak bisa berlama-lama menikmati koleksi jam teman-teman yang sangat menarik ini. Diharapkan tidak dalam waktu lama akan ada kumpul-kumpul seperti ini lagi.



Sunday, November 5, 2017

IWC Fliegeruhr Mark XV


Sudah lama sekali saya tidak aktif menulis untuk blog jamkuno. Selain karena bertambahnya kesibukan pekerjaan, juga karena saya belum melihat ada hal menarik untuk bisa saya bahas disini. Sudah lama sejak banyak koleksi saya berpindah tangan ke koper teman-teman se-hobby, saya memiliki keinginan untuk menyimpan jam yang iconic dan klasik. Bahasa gampangnya adalah tipe jam yang perubahan desainnya sejak dulu sampai sekarang tidak banyak deviasinya. Lama tidak pernah melihat ada yang cocok, sampai akhirnya seorang teman baik mengirimkan jam ini yang rencananya hendak titip jual di blog jualanjam.blogspot.com. Sebuah IWC Fliegeruhr Mark XV..!

Sebelumnya saya pernah memiliki sebuah IWC Fliegeruhr Mark XV dengan dial berwarna putih dan menurut saya Mark XV dial hitam ini jauh lebih menarik dan klasik.

Sepintas sejarah IWC Fliegeruhr Mark series

Bila berbicara jam pilot IWC, kita kembali pada era tahun 1936 dimana untuk pertama kalinya IWC membuat jam yang dibuat khusus untuk para pilot perang masa itu. Jam ini merupakan cikal bakal diproduksinya Mark  series sampai sekarang. Para pilot menghendaki jam yang sederhana, mudah terlihat, tahan terhadap kondisi suhu ekstrim terutama magnetic dan tangguh. Model ini sekarang disebut sebagai Mark IX. Sebagai informasi, IWC tidak pernah memberikan label 'Mark IX' pada jam tersebut. angka IX disematkan karena generasi selanjutnya dari Mark series disebut sebagai Mark X oleh British Ministry of Defense (MoD). 

Sedikit pengetahuan mengenai jam militer Inggris. Pada tahun 1940, British MoD memutuskan untuk melengkapi prajuritnya di medan perang dengan sebuah jam tangan. Untuk memenuhi keinginan ini, MoD meminta beberapa perusahan jam saat itu untuk membuat jam sesuai dengan spesifikasi yang telah mereka buat. Perusahaan jam tersebut adalah: Jaeger LeCoultre, Omega, Longines, Lemania, IWC, Cyma, Timor, Eterna, Grana, Gecord, Vertex dan Buren. Jam-jam produksi mereka ini sering disebut sebagai 'Dirty Dozen'.


Mark XV mulai diproduksi pada tahun 1999. Desain Mark XV metamorfosis dari semula desain jam militer menjadi jam yang bisa dipakai siapa saja. Banyak yang bertanya, mengapa setelah Mark XII diproduksi langsung Mark XV? bagaimana dengan Mark XIII dan Mark XIV? tidak ada alasan yang 'serius' dibalik pemilihan angka XV ini. Bagi budaya barat, angka XIII adalah angka sial dan sebaiknya tidak digunakan, sedangkan angka XIV ada unsur angka 4 (yang artinya mati dalam bahasa China) tidak baik untuk dibuat dalam angka cetak dalam sebuah jam. Maka, disepakatilah angka XV ini.


Desain Mark XV terdapat 2 perbedaan besar dari versi sebelumnya:dimensinya dibuat lebih besar (38mm exclude crown) dan penggunaan ETA based movement 2892-A2 yang sebelumnya menggunakan JLC movement dan Cal.89 IWC movement. Khusus mengenai movement, IWC melakukan perubahan yang sangat signifikan terhadap ETA 2892-A2 yang digunakan. Adjustment terhadap movement dilakukan secara maksimal sehingga meningkatkan performa movement. IWC membeli ETA 2892-A2 versi tertinggi (Chronometer version) dan mengganti hampir semua elemen penting dalam movement, mulai dari escapement sampai hairspring. Penampilan movement jga dibuat berbeda dengan menggunakan gold plating. Finishing movement dilakukan dengan tangan oleh watchmaker IWC, dimana saat ini proses ini sudah digantikan oleh mesin.


Casing jam dibuat dengan finsihing  brushed finished seperti halnya jam-jam militer. Casing jam dibuat dari baja terbaik dan dibuat untuk bisa menahan gelombang magnet yang dapat mempengaruhi kinerja movement. Kualitas baja yang digunakan merupakan baja kualitas tinggi yang dibuat secara in-house juga oleh IWC. Selain casing, dial juga dibuat in-house oleh IWC.


Mark XV menggunakan material kulit yang berbeda, yaitu kulit Buffalo yang dikenal terlihat agak kasar. Saya melihat ada varian mark Xv yaitu yang menggunakan tang buckle dan deployant buckle. Salah satu desain jam yang saya sukai dari tipe ini adalah bentuk jarum jamnya yang seperti patah di ujung. Model jarum seperti ini tidak lagi digunakan pada produksi setelah Mark XV, dan kembali menggunakan jarum lancip seperti pada jam lainnya. Desain dial sederhana dengan penggunaan arabic numeral dan index balok untuk minute counternya. Secara umum, jam ini desainnya tidak banyak berubah dari desain awal IWC Fliegeruhr dan menurut saya ini adalah model terbaik dari IWC mark series.




Monday, December 19, 2016

KING SEIKO Chronometre Officially Certified 5625


Pada tahun 60-an, SEIKO membuat 2 perusahaan yang 'bersaing' satu sama lain dalam memproduksi SEIKO yang memiliki desain yang cantik dan kualitas movement yang mumpuni dan akurat. 2 perusahaan itu adalah; Suwa Seikosha dan Daini Seikosha. Suwa Seikosha memperkenalkan the very first Grand Seiko pada tahun 1960. Tidak lama kemudian, pada tahun 1961, Daini Seikosha memproduksi untuk pertama kalinya King Seiko. 'Persaingan' ini berakhir pada era tahun 70-an, dimana SEIKO memutuskan untuk menghentikan produksi King Seiko dan meneruskan produksi Grand Seiko. Walaupun bersaing, kedua perusahaan ini banyak mengadopsi desain yang sama baik untuk casing maupun movement.

King Seiko yang saya ulas disini merupakan salah satu milestone penting bagi Daini Seikosha selama periode produksi King Seiko, yaitu King Seiko Chronometre yang mengunakan basis movement Cal.56XX. King Seiko ini diproduksi pada tahun 1973 dan pada periode itu King Seiko tidak lagi menggunakan Gold Medallion pada caseback nya.


Kata 'Chronometer' seringkali identik dengan jam Swiss, yang terlebih dahulu harus lolos dalam uji akurasi yang dilakukan oleh COSC. Pada periode 60-an, SEIKO menuliskan kata 'Chronometre' ini untuk beberapa tipe SEIKO yang sudah lolos dari uji akurasi yang dilakukan internal SEIKO dengan mengacu secara teknis pada COSC. Pada tahun 1966, penggunaan sebutan ini sempat dihentikan karena tidak adanya lembaga independen CICC (Commission Internationale des Controles Chronometriques) di Jepang yang bisa mengakui dan mengeluarkan sertifikat chronometer tersebut. Baru pada tahun 1968, kerja sama CICC dan JCA (Japan Chronometre Association) dibentuk dan sejak saat itu SEIKO kembali bisa menuliskan kata Chronometre pada dial.

Casing 5626 ini mengadopsi 'Grammar of Design' yang pertama kali diperkenalkan oleh Taro Tanaka pada tahun 1962. Diameter casing 36 mm dengan panjang 42 mm. Secara pribadi saya sangat menyukai desain ini. Ukurannya nyaman dipakai di tangan dan desain lugs yang lebih lebar membuat penampilan jam ini terlihat kokoh (untuk sebuah dresswatch).


Hal yang termasuk penting untuk dilihat dalam mengoleksi King seiko atau Grand Seiko vintage adalah Crown-nya. Crown dibuat dengan bagus dengan detail yang teliti sehingga memudahkan bla kita hendak melakukan adjustment. Kalau diperhatikan dengan seksama, desain jarum jam dan menit dibuat dengan ketebalan yang berbeda. Kondisi dial masih sangat bersih dengan flat hardlex mineral yang juga masih sangat bagus. Menyenangkan sekali melihat sebuah jam berumur 43 tahun yang kondisinya tidak kalau baik dari jam-jam keluaran baru....



Friday, October 7, 2016

SEIKO Presmatic Hi-Beat 5146-7090


SEIKO Presmatic, menurut saya, adalah salah satu model SEIKO vintage yang berada 'diluar radar'. Model ini tidak banyak dibahas dalam forum dan juga memang jarang melihat sebuah Presmatic yang masih dalam kondisi baik dan utuh. Keberadaannya jarang dibicarakan mungkin juga karena dipengaruhi oleh keberadaan atau jumlah model ini yang tidak sebanyak model dressy Seiko lainnya. Presmatic, yang disebut juga sebagai Seikomatic-P untuk pasar domestic Jepang, mulai diproduksi pada Maret 1967di pabrik Daini. Generasi awal Presmatic menggunakan low beat movement cal.5106 yang memiliki 19,800 bph dan memiliki 33 jewels. 


Pada tahun 1969, SEIKO menghentikan produksi 5106 dan menggantikannya dengan versi hi-beat 28,800 bph dengan Cal.5146. Secara kualitas produk dan movement yang digunakan, Presmatic sepertinya diposisikan sedikit atau sama dengan King Seiko. Ini terlihat dari kualitas dan konstruksi movement. Nama Presmatic dibuat untuk keperluan ekspor ke negara non-Asia dan pada versi generasi kedua nama Seikomatic-P tidak lagi digunakan. Produksi Preesmatic 5146 high beat dihentikan pada tahun 1970 dan dibuat dalam beberapa varian. Presmatic dalam posting ini adalah 5149-7090 yang desainnya menyerupai casinga C-Shape constellation.

Dial 7090 ini dibuat seperti bertekstur serupa tikar berwarna silver. Dimensi casing sekitar 38mm tanpa berikut crown. Keunikan Presmatic adalah mekanisme quick set date dilakukan dengan menekan crown bagian tengah yang berbentuk hexagonal.


Rantai Presmatic ini merupakan bawaan asli dari model 7090. Bagi saya, desain dan bentuk rantai ini nyaman dipakai dan pada claps terdapat grafiran Presmatic. Untuk jam yang usianya sudah 46 tahun, kondisi Presmatic ini masih sangat bagus, dan sulit untuk mendapatkan sebuah Presmatic dalam kondisi bersih dan utuh seperti ini.