Sunday, January 11, 2015

BREITLING Navitimer Ref.806 Vintage, Rare!


BREITLING adalah salah satu merek jam yang terkait erat dengan dunia penerbangan, dan salah satu tipe yang paling banyak dibicarakan adalah Navitimer. Kepopuleran Navitimer semakin bertambah dengan adanya beberapa negara yang secara resmi memakai Breitling sebagai jam resmi Angkatan Udara mereka. 

Sejarah Navitimer sendiri sebenarnya masih diselubungi mistery dan tidak sepenuhnya diyakini sebagai hal yang valid. bahkan kantor pusat BREITLING SA di Grenchen juga tidak memiliki data terkait produksi pertama dari Navitimer. Sejarah yang ada merupakan hasil pengamatan dan mencocokkan dengan informasi yang sepotong-sepotong. Apa sudah pasti adalah kesuksesan Chronomat, sebagai the world's first slide rule chronograph yang diproduksi pertama kali pada awal tahun 1940-an, Breitling kemudian membuat slide rule chronograph kedua dan diluncurkan pada periode 1952 (diklaim oleh Breitling) dan 1954 (diyakini oleh para Breitling experts). Jam tersebut memiliki logo AOPA - the Aircraft Owners and Pilots Association - yang dicetak pada dial. Untuk dial ini ada 2 pendapat yang berbeda. pertama, BREITLING membuat jam ini khusus untuk anggota AOPA. Kedua, BREITLING membuat tipe ini secara massal dan AOPA melakukan order khusus untuk anggota mereka.
 

BREITLING Navitimer yang akan di review kali ini adalah Ref.806, merupakan jenis Navitimer vintage yang paling banyak diburu oleh para kolektor Breitling. 806 diyakini mulai diproduksi BREITLING sejak awal tahun 1960 dengan berbagai variasi dial dan movement. Bedanya dengan navitimer periode sebelumnya, 806 mulai diproduksi dengan sub register berwarna terang (white-silver). Selain itu, BREITLING juga merubah desain jarumnya. Desain inilah yang kemudian dipakai hingga saat ini dan menjadi salah satu icon BREITLING. Pada era ini, Navitimer memiliki 2 desain sub register. Periode awal tahun 60-an, sub register nya dibuat lebih kecil dan setelah tahun 1966 mulai menggunakan dimensi sub register yang lebih besar hingga tulisan NAVITIMER nya nyaris bersentuhan dengan Sub register.


Pada caseback terlihat kode angka 806. Navitimer ini menggunakan manual chronograph movement yang dipasok oleh Venus dengan Venus Cal.178. Penggunaan movement ini tidak berlangsung lama dan digantikan oleh Valjoux 7736 pada tahun 1967. Untuk membedakan jenis movement yang digunakan, BREITLING memberikan kode berbeda, yaitu 806-36 atau 806-E. Venus 178 tidak lagi digunakan karena memang produksi movement tersebut tidak banyak, karena itu navitimer yang mengggunakan Venus 178 dianggap sebagai Navitimer yang lebih sulit didapat..


Secara visual, Navitimer 806 ini tidak terlihat berbeda dengan Navitimer yang diproduksi saat ini. BREITLING memang tidak banyak merubah desain dan mempertahankan desain klasik ini sampai sekarang. Dimensi jam ini adalah 40mm tanpa crown. Penggunaan Crown besar dengan logo B untuk mempermudah dalam melakukan adjustment. Mika yang digunakan terlihat cembung. Memakai 806 ini mesti hati-hati karena mika nya terlihat tipis dan rentan karena faktor usia juga.




Gambar di bawah adalah sesama jam chronograph dengan periode produksi yang sama yaitu akhir tahun 60-an. Enicar sherpa jet di sebelahnya juga memiliki dimensi yang sama. Mengggunakan movement Valjoux 72.c dengan desain dial yang serupa. Dan keduanya sama-sama sulit didapat saat ini!..


Tuesday, January 6, 2015

SEIKO 'Cocktail Time' Shinobu Ishigaki SARB 065


 Sudah lama sayaingin punya sebuah jam formil (dress watch) yang memiliki desain yang sederhana, kualitas finishing yang bagus, memiliki mechanical movement yang mumpuni dan (kalau bisa) low budget.. :-). Kalau memilih jam buatan Swiss dan Jerman budget nya tidak sesuai. Kalau Jepang, pilihan hanya ada pada Seiko, tapi itupun tipe apa yang cocok dengan selera saya. Sampai akhirnya, salah seorang klien lama saya mengirimkan 2 buah jam yang awalnya untuk titip jual di Blog. Salah satunya adalah Seiko SARB 065 ini. Sebelumnya saya pernah menjual sebuah Seiko sejenis di blog. Saat itu saya sama sekali tidak tertarik untuk memilikinya. Entah kenapa saat melihat jam ini, mata saya seperti terpaku pada penampilannya yang terlihat mewah sekaligus unik. Bahkan istri saya yang melihatnya langsung mengatakan kalau jam ini bagus banget!..

SEIKO SARB065 sering kali disebut sebagai 'Cocktail Time' karena SEIKO memang bekerja sama dengan salah satu bartender paling tersohor di Jepang yang telah mendapatkan beberapa penghargaan presitisius di dunia bartender, yaitu SHINOBU ISHIGAKI (foto paling atas). ISHIGAKI merupakan pemilik sekaligus bartender di Bar bergengsi di Tokyo yaitu Ishinohana.


SEIKO bersama Ishigaki membuat 3 varian yang berbeda, dan masing-masing disesuaikan dengan rasa dan jenis minuman favorit yang menjadi signature nya Ishigaki. SARB065 analogi dengan rasa e "Cool", warna yang dimunculkan adalah ice-blue dengan finishing sunburst dial. Kemudian, SARB066 untuk jenis minuman yang "Dry" dengan desain dial berbeda berupa spy-vs.spy style warped Roman numerals, white dial dan casing yellow gold; dan yang terakhir adalah limited edition SARB068 untuk menunjukkan "Sweet" dengan rose-gold case dan italic arabic font. karena saya kurang begitu suka warna emas, maka yang menjadi favorit saya adalah SARB 065 yang memiliki warna dial menyegarkan dan desain yang lebih sederhana.


SARB 065 ini memiliki dimensi casing 40mm tanpa crown dan untuk masa sekarang dimensi 40mm untuk sebuah dress watch adalah hal yang lumrah. Desain dial unik karena dibuat pola seperti pancaran sinar matahari. Desain indeks lancip, menyerupai desain indeks periode tahun 50-an. Kesan klasik bertambah kental dengan penggunaan jarum dengan model dauphine atau sering juga disebut sebagai jarum panah. Sedangkan untuk jarum detik, Seiko menggunakan desain klasik dengan blued steel finished. Dan, hal yang paling menyenangkan adalah warnanya. Belum pernah saya melihat jam tangan yang memiliki desain warna biru lembut seperti ini. Sepintas memang tidak terlihat. Bila terkena cahaya, warna birunya yang lembut akan muncul.


Movement yang digunakan oleh jam ini adalah salah satu automatic movement andalan Seiko yang memiliki tingkat akurasi tinggi, yaitu Cal.6R15 yang memiliki 23 jewels. Tidak seperti automatic movement Jepang lainnya, 6R15 juga bisa diisi tenaganya secara manual dan juga memiliki feature hacking system. Dalam katalog Seiko, movement 6R15 memiliki tingkat akurasi +25/-15 detik/ hari. movement terlihat jelas karena SARB 065 memiliki transparant caseback.


Kulit jam menggunakan padded black oiled leather. Ketebalan kulit pada bagian yang berdekatan dengan lugs diberi lapisan lebih tebal untuk mengimbangi tebal casing dan crystal jam. Penampilan kulit jam berkilat seperti berminyak dan terlihat rapih dengan stiching benang berwarna biru. Tali jam dipadukan dengan deployant buckle. Lebar lugs adalah 20mm. Penampilan tali kulit yang berkilat dan finishing casing ham yang semuanya polshed steel terlihat selaras.


Untuk menambah kesan klasik, Seiko menggunakan hardlex dome crystal yang membuat jam ini menjadi lebih tebal yaitu sekitar 13mm. Secara pribadi saya suka sekali jam-jam yang menggunakan dome crystal karena terlihat lebih berkarakter daripada flat crystal. Terutama bila dilihat dari samping. SARB 065 cukup nyaman dikenakan. Desain jam yang sederhana, ternyata ketika dipakai terlihat elegan dan mewah. Saya akui kualitas finishing jam ini sangat baik, apalagi bila kita lihat detail dial dan ketika dial terpapar cahaya yang membuat penampilan dial menjadi 3 dimensi. Sebuah desain yang cerdas tanpa meninggalkan kesederhanaan yang klasik.


Tuesday, November 11, 2014

GTG KRONOMETROFILIA 2014 Tanggal 9 Nov 2014


 Sudah lama juga komunitas KRONOMETROFILIA tidak mengadakan acara GTG (Get ToGether) sejak tahun lalu. Hal ini disebabkan karena kesibukan dari masing-masing anggota Komunitas yang berasal dari berbagai macam profesi dan pekerjaan. GTG kali ini diadakan di sebuah restoran di daerah Gandaria pada tanggal 9 November 2014. Dalam GTG kali ini banyak jam-jam yang menarik, langka dan juga unik. Berikut adalah beberapa foto dari kegiatan tersebut:


Salah satu hal yang selalu dilakukan dalam acara GTG adalah mendiskusikan, melihat secara detail dan mengamati jam-jam yang menarik dan jarang dilihat. Pada foto atas, Om Mul mengenakan sebuah Citizen automatic chronograph vintage dan foto bawah adalah Om ND yang mengenakan sebuah Porsche Design Military Automatic Chronograph.


Rolex 1603 dengan black matte dial serta dauphine hands. Sudah sangat jarang dijumpai sebuah Rolex antik berwarna hitam dengan jarum model pedang. Tahun produksi awal tahun 60-an.

Dibawah ini adalah salah satu jam incaran para kolektor Rolex antik yaitu Rolex Seadweller mika Ref.1665. kslsu Submariner vintage sudah sulit untuk didapat, apalagi sebuah Seadweller 1665 yang masih dalam kondisi baik dan bersih seperti ini. Mikanya terlihat cembung sekali.



Keluarga OMEGA Speedmaster: paling kiri adalah sebuah Speedy TV Shape 1045 yang masih dalam kondisi sangat bagus. Tipe ini termasuk jarang ditemui. Kemudian, disebelahnya adalah Speedy Mark 4.5 Automatic dan paling kanan (bawah) adalah sebuah Speedy Pre-moon 861.


Ternyata dalam acara GTG saat itu beberapa anggota komunitas membawa sebuah tipe jam yang sama yaitu OMEGA Flightmaster. 4 buah Flightmaster yang ada saat GTG ini adalah dari keluarga FM 911. Tipe 911 ini merupakan respon OMEGA terhadap permintaan para pilot pesawat yang menginginkan adanya sebuah jarum detik yang bergerak untuk mengetahui apakah jam ini berfungsi atau tidak. Flightmaster 911 mulai diproduksi secara masal sejak tahun 1971 dan segera menjadi salah satu icon OMEGA dan merupakan desain jam yang paling mudah dikenali. Selain karena bentuknya yang unik, juga karena dimensinya yang besar.


Salah satu anggota senior dalam komunitas memiliki koleksi jam yang unik dan memiliki kesamaan satu sama lain. Koleksi jam unik yang beliau bawa pada saat GTG ini adalah sekumpulan jam manual winding chronograph yang diproduksi pada era tahun 50 - 60an. Salah satu ciri khasnya adalah dimensi yang kecil, sekitar 35-36mm, memiliki tombol chronograph kebanyakan kotak dan bukan bulat, memiliki bentuk tulisan dan indeks yang cenderung sama. Semua koleksi jam antik chronograph yang dibawa ini dalam keadaan yang masih bagus dan terawat. Ada beberapa merk jam chronograph ini adalah: Chronograph suisse, Butex, Luba, Breitling dan beberapa minor brand lain. Material casing adalah steel, base metal dan gold 14K.


Rolex GMT Master 'Rootbeer' Ref.1675

Salah satu 'primadona' dalam GTG kali ini adalah sebuah jam yang iconic dari brand HEUER, yaitu Silverstone. Yang menarik perhatian terutama adalah warnanya yang menyerupai merah maroon dan bukannya coklat seperti yang kami perkirakan awalnya. Desainnya sederhana dengan casing nyaris kotak dengan lengkungan di setiap sudut. Silverstone mulai diproduksi oleh HEUER pada tahun 1974 dan berhenti produksi pada tahun 1977. Tahun produksinya yang hanya 3 tahun membuat populasi Silverstone tidaklah banyak. Jam ini termasuk jam besar pada jamannya.


Jam berikut termasuk jam yang paling sering dibicarakan dalam dunia jam antik. Adalah sebuah OMEGA Seamaster 300 vintage yang value nya dalam jajaran OMEGA antik termasuk paling banyak dicari. Kondisi jam ini nyaris seperti baru. Dan menurut penuturan, jam ini di assembling oleh Omega service centre yang memiliki bagian (parts) NOS dari sebuah Seamaster 300. Semua bagian tersebut kemudian dijadikan beberapa buah jam Seamaster 300 seperti ini. Semua bagian dari jam ini original. Hal ini menjadi perbincangan hangat. Sebagian mengatakan kalau jam ini franken karena dibuat bukan di dalam pabrik resmi Omega. Sebagian lain mengatakan kalau jam ini original, selama memang parts yang digunakan berasal dari sisa parts Omega original.


Jam yang selalu ada dalam setiap even GTG adalah jam resmi KRONOMETROFILIA yang dipesan khusus dari Rusia sebanyak 100 buah untuk para penggemar jam di Indonesia.


Berikut adalah 2 jam manual winding chronograph yang cantik dan kondisi bagus walau jam sudah berusia lebih dari 50 tahun. pada foto di bawah ini posisi sub register ada di atas dan bawah, dengan desain jarum jam dan menit yang tipis. Penggunaan tipe character dan angka arabic yang khas semakin mempercantik penampilan jam ini. Sedangkan foto bawahnya adalah sebuah jam dengan produksi sama (non-brand) dengan desain warna dial hitam yang dikombinasikan dengan warna emas.



Dari periode tahun yang sama, OMEGA memproduksi sebuah jam manual winding chronograph yang tidak kalah cantiknya. Sebuah jam chronograph dengan 2 sub register Cal.320 yang diproduksi pada tahun 1956, setahun sebelum speedmaster diproduksi. Jarum model tombak dengan warna dial krem. Perhatikan desain tombol chronograph kotak, sama seperti kedua jam chronograph diatas.


Warna biru jam OMEGA Seamaster ini sungguh cantik, apalagi dikombinasikan dengan insert bezel putih. Sebuah OMEGA Seamaster automatic chronograph cal.1040 dengan warna biru tua dan sub register putih di posisi angka 6. Kondisi jam masih sangat bagus dan bersih.


Beberapa member senior dari KRONOMETROFILIA, (dari kiri ke kanan): Arif Yulianto (blog owner), Om Sur, Om Sapto dan Om ND (yang tidak pernah absen dalam setiap gathering jam antik).



Koleksi jam antik dari keluarga OMEGA

Ada 2 jam kembar yang dibawa oleh 2 member yang berbeda, yaitu 2 buah OMEGA Memomatic Alarm. Keduanya menggunakan mesh Bracelet. Kedua jam ini sangat serupa dan dalam kondisi yang masih sangat bagus dan bersih untuk keduanya!..


Jenis jam yang selalu ada dalam setiap gathering KRONOMETROFILIA adalah jam Seiko diver. Yang kanan adalah sebuah Seiko Diver Ref.6306 yang dibuat hanya untuk pasar Jepang (JDM). Warna jarum dan indeks sudah terlihat menguning dan menambah seksi penampilan jam secara keseluruhan!..
di sebelahnya adalah jam Seiko Diver dari generasi modern yang sering disebut sebagai Tuna.


Saturday, October 25, 2014

JAEGER LeCOULTRE Master Compressor Geographic on Bracelet


Sudah lama saya menjadi penggemar dari brand JAEGER LeCOULTRE. Selain tipe Reverso dengan desain kotaknya yang khas dan klasik, tipe lain yang menjadi favorit adalah Master Compressor dan tipe spesifiknya adalah Geographic. Bagi saya, Master Compressor Geographic adalah perpaduan antara dress watch dan sport watch yang menyatu dengan baik dalam satu desain. Desain dialnya yang off-centre terlihat unik.

Sebelumnnya saya pernah memiliki tipe sejenis dengan menggunakancroco strap, dan kali ini saya menggantinya dengan versi bracelet. Desain bracelet unik dan belum pernah saya lihat ada pada merk jam lain. Bukan pada desain finishing tapi mekanisme adjustment nya. Awalnya saya kira jam ini menggunakan sistem pen yang bisa diganti dengan cara mendorongnya ke satu arah. Ternyata sistem nya menggunakan pen pegas seperti halnya pen pada lugs jam. Dengan cara mendorong pen dan link diputar agar terlepas. Finishing bracelet mengambil ide dari bracelet vintage model beras (bead rice bracelet) yang populer pada era tahun 50-60an. Bedanya, untuk 3 ruas link ditengah dibuat finishing brushed sedangkan kiri dan kanan luar dibuat polished finished. Finishing yang berbeda ini dapat mengurangi kesan flashy atau bling-bling pada keseluruhan penampilan jam karena casing dan crown semuanya dibuat polished finished.


Untuk claps dibuat dengan model butterfly folding claps dengan mekanisme sederhana dan efektif. Untuk melepas bracelet cukup menekan tuas yang ada di sisi kanan jam. Salah satu kelemahan dari sistem bracelet dan claps seperti ini adalah keterbatasan untuk adjustemnt tanpa menambah link rantai. Karena tidak ada mekanisme untuk melakukan adjustment internal. Jadi, apabila anda hendak membeli jam model ini sebaiknya pastikan rantainya muat di pergelangan tangan anda. Karena untuk mencari sambungan rantai akan lebih sulit dari mencari jam nya..

Pada bagian caseback terdapat gold emblem yang bertuliskan 1000 hours. Angka ini menunjukkan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh JLC untuk melakukan uji ketahanan dan akurasi pada setiap movement yang digunakan. Orang lebih mengenal COSC yang melakukan uji ketahanan dan akurasi pada movement jam. JLC melakukan sendiri dan dengan standar yang lebih baik dari COSC terutama dari sisi akurasi. JLC menggunakan automatic mocement Cal.923. Salah satu alasan kenapa saya memilih JLC sebagai salah satu brand favorit saya, adalah karena mereka sangat konsisten untuk membuat movement-movement inhouse baru dengan berbagai feature dan penggunaan yang berbeda. JLC merupakan salah satu brand yang movement-nya banyak digunakan oleh brand besar lain untuk jam-jam mereka.


Salah satu hal unik dari setiap desain Master Compressor adalah penggunaan 2 buah crown besar yang terlihat 'mendominasi' penampilan jam. 2 crown besar ini disebut sebagai 'Compressor' yang bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan jam terhadap air. Bagi sebagian orang mungkin desain crown yang besar ini mengganggu, namun bagi saya hal ini membuat penampilan jam menjadi lebih sporty. Pada crown terdapat sebuah 'sayap' yang berguna untuk membuka atau menutup seal crown. Dengan memutar nya, anda akan melihat panah berwarna merah yang artinya 'tidak aman' dan putih untuk 'aman'.


Bagi saya, JLC master compressor geographic ini merupakan 'smart watch' dan sangat user friendly. Crown yang terlettak di bawah gunanya untuk mengatur second time zone. Caranya mudah, dengan cukup memutar crown anda bisa mengetahui posisi waktu di zona tersebut. Misalkan kita tunjuk negara Dhaka, maka jarum jam yang terdapat pada sub register di bawah (posisi jam 7) akan secara otomatis berubah dan menunjukkan jam pada zona waktu tersebut. Pada sub register arah jam 3 adalah penunjuk tanggal dan di seberangnya adalah penunjuk am/pm.


Dengan diameter sekitar 42mm, penampilan jam tidak terlalu besar di pergelangan tangan. 'It's about right'..di tangan saya. Desain yang khas dengan dimensi yang tidak terlalu oversize membuat nyaman ditangan.






Sunday, October 12, 2014

ROLEX Submariner No Date Ref.5513


Ini adalah Rolex Submariner No Date mika pertama yang pernah saya miliki. Sejak awal melihat tipe ini dikenakan oleh seorang teman beberapa tahun lalu, saya sudah suka dan ingin suatu hari memilikinya. Ternyata untuk mendapatkan sebuah 5513 dalam kondisi bagus ternyata sulit. Seiring dengan itu, harga nya pun semakin melambung tinggi. Saat ini, 5513 merupakan salah satu tipe Rolex sport vintage yang paling banyak dicari dan diminati oleh para penggemar jam antik. karena itu valuenya juga ikut meningkat secara drastis. Incaran utama saya sebenarnya 5513 dengan matte black dial dan ternyata sangat sulit. Sampai akhirnya, saya mendapatkan sebuah 5513 dengan gold marking dan gloss dial yang diproduksi pada era 80-an.


Rolex Submariner 5513 pertama kali diproduksi pada tahun 1962 menggantikan Ref.5508 (James Bond Submariner). 5513 merupakan salah satu produk Rolex yang memiliki waktu produksi terlama yaitu sekitar 30 tahun, sampai awal tahun 1990-an. Dalam kurun waktu tersebut 5513 diproduksi dalam 2 varian utama jenis dial, yaitu matte black dan glossy. Pada tahun 1984, Dial gloss diproduksi dengan penambahan gold marker pada dot index. Sedangkan untuk varian desain index, wording dan logo, seri 5513 memiliki beberapa varian.

5513 yang saya miliki ini menggunakan gloss dial dan gold marker. Kondisi dial masih bersih, begitu juga dengan index dan jarum jam. Warna tritium pada index dan jarum sudah mulai menguning dan inilah salah satu hal yang membuat saya suka. Mika yang berbentuk cembung membuat penampilan jam ini menjadi semakin menarik dan unik.





Thursday, September 18, 2014

ENICAR Sherpa Guide GMT Mint Condition!


 Sudah sejak lama saya adalah pengagum jam antik merk ENICAR. Banyak orang melihat brand ini sebagai brand 'kelas 2' yang tidak begitu populer dimata para penggemar jam antik. Tipe yang sangat populer diantaranya adalah Sherpa Guide GMT, Sherpa-graph dan Sherpa Diver. Entah sudah berapa banyak Enicar Sherpa Guide yang keluar masuk dalam koleksi saya, sampai akhirnya saya menemukan Enicar Sherpa Guide GMT yang kondisi nya sangat bagus..!


Saat perjalanan dinas ke Surabaya, saya selalu mampir ke Kios Jam bekas milik teman lama saya, dan biasanya saya memang selalu membawa 'oleh-oleh' sepulangnya dari kios nya. Saat itu ada beberapa Enicar Sherpa Guide GMT baik yang short lugs atau long lugs, yang semuanya dalam keadaan bagus. Dan ada satu yang kondisinya paling bagus. Begitu saya pegang dan coba pakai, saya baru sadari kalau kondisi jam ini nyaris sempurna. Luar biasa kondisinya untuk sebuah jam yang usianya hampir 50 tahun !. 


Bezel kota-kota dunia yang terdapat pada jam ini adalah bagian pertama yang seringkali kondisinya kurang bagus karena sering tersentuh tangan atau terbentur. Sherpa yang saya dapat ini kondisi bezelnya sempurna, masih siku tanpa ada cat atau bagian yang mengelupas dan pudar. Dari jam ini pula saya jadi tahu kalau beberapa nama negara di bezel dibuat dengan warna berbeda yaitu orange, dan segitiga hijau sebagai penunjuk nama kota. Kondisi dial juga masih bersih tanpa ada yang memudar. Rantai model beras bawaan jam ini juga masih belum pernah dipotong.

Dari penjelasan teman saya, jam ini sebelumnya dimiliki oleh kolektor jam antik senior di Surabaya yang mungkin bosan atau sedang merampingkan koleksinya. Sejak dimiliki pertama memang jarang dipakai, jadi tidak heran kalau kondisinya masih sangat baik.


Semakin lama semakin sulit untuk mendapatkan jam Enicar sherpa dalam kondisi yang masih sangat baik seperti ini. Sampai saat ini saya masih penasaran dengan 1 jenis Sherpa yang belum pernah saya miliki dalam kondisi baik, yaitu Sherpa super Divette atau sherpa untuk diver. beberapa teman saya tahu mereka punya tipe ini, namun mereka enggan untuk melepasnya.