Saturday, July 19, 2014

TUDOR Date-Day Automatic Ref.94500 Blue Dial


Dalam dunia horology, nama TUDOR seringkali tidak banyak disebutkan dalam topik-topik diskusi. Meminjam sebutan dari salah seorang rekan penggemar jam, "TUDOR ini merk-nya tanggung...". Saya berusaha untuk menafsirkan kata 'tanggung' dengan kalimat sendiri: TUDOR bagi sebagian besar penggemar jam masih tertutup bayangan 'saudara tua' nya yaitu ROLEX. Sebagian orang lagi mengatakan dengan lebih bijaksana, Tudor adalah poor's man Rolex. Artinya, orang yang menginginkan jam yang ada DNA Rolex dengan harga yang relatif affordable, mereka akan berpaling ke Tudor. Memang, kalau dilihat dari sejarahnya ROLEX dan TUDOR memiliki DNA yang sama karena memang dibuat oleh orang yang sama, di pabrik yang sama, dengan kontrol produksi yang sama dan dijual di tempat yang sama pula. Tudor dijual di setiap agen Rolex. 

Adalah seorang Hans Wildorf, merupakan pendiri Rolex (Wildorf memulai pabrik jamnya pada tahun 1905), dan mematenkan merk ROLEX pada tahun 1908. Pada tahun 1946, Wildorf membuat brand baru bernama TUDOR. Nama ini dipilih sebagai penghormatan pada tanah kelahirannya di Inggris. Untuk mempermudah koordinasi dalam proses produksi, maka semua proses pembuatan Tudor dilakukan di fasilitas yang sama dengan Rolex. Material yang digunakan mulai casing, rantai, dial dilakukan di tempat yang sama dengan Rolex. Khusus untuk movement, Tudor memakan custom movement dari luar yaitu ETA. Wildorf ingin jam Tudor yang dia produksi juga memiliki ketangguhan dengan Rolex, karena itu Wildorf meminta pada ETA agar movement yang disupply ke Tudor dibuat khusus dengan Chronometer grade. Penggunaan ebauches ETA sebagai movement Tudor bertujuan untuk menekan cost produksi, selain itu Wildorf juga tidak menyertakan Tudor dalam uji chronometer, seperti halnya yang dilakukan untuk Rolex.

Karena berasal dari DNA yang sama dengan Rolex, maka Tudor juga mengggunakan oyster case dan crown yang berlogo Rolex. Pada case back setiap jam Tudor dituliskan 'Case made by Rolex Geneva'. Hal ini dilakukan sampai tahun 1990. Setelah periode itu, Setiap jam Rolex sudah menggunakan logo sendiri untuk crown-nya. Meskipun sering disebut sebagai 'produk bayangan' atau poor's man rolex, atau bahkan 'anak tiri' Rolex, Tudor secara produk adalah jam yang built qualitynya bagus. Apabila bicara dengan dalam konteks vintage, beberapa Tudor vintage sport dihargai bisa semahal harga Rolex pada masa yang sama. Tipe-tipe seperti Submariner (tipe-tipe tertentu) dan Chronograph vintage monte carlo merupakan jenis Tudor yang harganya selalu naik dengan signifikan dan menjadi incaran para kolektor.


Salah satu produk Tudor dress watch yang sering luput dari perhatian adalah Tudor Date-Day. Secara sepintas memang terlihat mirip dengan Rolex Day-Date. Bedanya, Rolex tidak pernah membuat seri Day-date dalam versi Stainless steel. Memang, Rolex Day-Date vintage khususnya 1803 adalah salah satu dream watch saya. Dengan harga Rolex DD yang semakin tinggi, maka pilihan terdekatnya adalah Tudor DD. Tudor DD ini memiliki ref. number 95400 dan memiliki dial berwarna biru yang menarik. Salah satu kelemahan dari dial berwarna biru apabila sudah teroksidasi adalah akan muncul bintik-bintik coklat, dan apabila sudah parah makan akan merubah warna biru menjadi flek kecoklatan. Dial biru Tudor ini masih terlihat bersih dan rata. Desain bezelnya mengingatkan saya pada desain bezel 1603 yang terbuat dari stainless steel. Kondisi casing masih bagus dan perbedaan finishing pada casing juga masih jelas. Karena dibuat oleh Rolex maka pola finishing pada casing Tudor juga sama.


Kaca terbuat dari mika dengan magnifier pada posisi jam 3. Kalau lihat gambar diatas, kita tidak bisa membedakan apakah jam itu Tudor atau Rolex, karena bentuknya sama. Crown jam terdapat logo Rolex. Pada gambar di bawah terlihat case back yang menuliskan bahwa casing oyster ini dibuat oleh Rolex Geneva.



Foto dibawah menunjukkan varian lain dari jam Tudor versi date only. Secara diameter jam berbeda sedikit. Tudor Date-Day memiliki diameter casing 36mm, sedangkan Tudor date memiliki diameter 35mm tanpa crown. Pada Tudor Date bezelnya berbeda pola dan material yang digunakan adalah white gold. Rantaui Tudor Date-Day sepintas mirip dengan rantai junille Rolex dengan desain rantai yang lebih kecil ada di posisi dalam.


Nah, inilah salah satu alasan saya suka dengan Tudor Date-Day ini, karena warnanya mirip dengan Rolex Oysterquartz yang saya miliki sebelumnya..! Warna dial Oysterquartz lebih ke biru-ungu, sedangkan Tudor berwarna biru tua.



Tuesday, July 8, 2014

VULCAIN Cricket Early Edition Rose Gold Capped


 Bermula pada tahun 1858, cikal bakal Vulcain didirikan oleh Maurice Mistiheim, yang merupakan seorang watchmaker khusus high end Pocket watch. Produksi jam tangan baru dimulai pada tahun 1920 dan salah satu milestone penting bagi Vulcain dimulai pada tahun 1940. Pada era ini, Vulcain beberapa kali menunjukkan inovasi dari desain dan fungsi jam yang diakui oleh dunia horology pada saat itu. Salah satunya adalah penghargaan terkait akurasi yang dimenangkan pada The international Chronometry Competition tahun 1948 di Neufchatel Observatory. Pada periode ini jugalah Vulcain untuk pertama kalinya memproduksi jam alarm mechanical, yaitu pada tahun 1947.Proses desain dan pengembangan Cricket sendiri sudah dimulai sejak tahun 1942.

Keunikan dan performance yang baik dari Vulcain Cricket membuat 4 mantan presiden Amerika yaitu: Harry Truman, D.Eisenhower, Richard Nixon dan Lyndon B. Johnson, memakai Vulcain Cricket ketika dalam acara resmi kenegaraan. Karena itu, jam ini sering disebut juga sebagai "The President's watch". Sejak saat itulah nama Vulcain menjadi sangat diperhitungkan dalam peta industri horology dunia. Revolusi quartz movement ternyata sangat berpengaruh pada Vulcain yang berusaha tetap fokus pada produksi mechanical movement. Dampaknya, Vulcain menutup operasi pabriknya pada era quartz crisis melanda. Pada tahun 2001, Bernard Fleury seorang direktur Produksi dari Marketing Horloger SA membeli brand Vulcain dan mulai mengembangkan kembali brand yang sudah lama mati suri.


VULCAIN Cricket yang saya dapat ini merupakan Cricket generasi awal yang diproduksi pada tahun 1947 - 1949. Produksi Cricket pada periode ini menuliskan kata SWITZERLAND pada posisi di bawah angka 6. Variasi dial pada periode awal produksi Cricket ada beberapa macam. Dial cricket ini memiliki kombinasi arabic numeral dan bulatan logam. Pada bagian pinggir dial terdapat angka-angka puluhan (10,20,30..) yang berwarna biru. Kondisi dial masih utuh dan warnanya sudah terlihat menua. Jarum jam dan menit terbuat dari emas.


Yang menarik dari jam ini adalah casingnya yang dilapisi lempengan rose gold (gold capped). Saya jarang melihat ada jam antik produksi era akhir 40 atau awal 50-an yang menggunakan rose gold. Tombol alarm dan crown utama berwarna senada. Salah satu bentuk inovasi yang dilakukan oleh Vulcain untuk jam alarm adalah penggunaan case back berongga yang memungkinkan suara alarm beresonansi dengan baik dan berpengaruh terhadap kerasnya suara yang dihasilkan. ruang antara caseback luar dan bagian dalam berguna untuk meresonansi dan menduplikasi suara menjadi lebih nyaring dan jelas. Cukup keras untuk membangunkan anda ketika sedang tidur. Diameter casing sekitar 34mm.




Cricket ini masih menggunakan manual winding alarm movement Cal.120 yang merupakan in house alarm mechanical. Movement Cal.120 ini hanya diproduksi sampai tahun 1950 dan setelahnya digantikan oleh movement dengan calibre berbeda. Melihat usianya yang 65 tahun, kondisi Vulcain cricket ini masih sangat bagus dan utuh. memang untuk jaman sekarang, size 34mm akan lebih banyak dianggap sebagai jam yang lebih cocok dipakai oleh wanita.. :-).


Thursday, May 29, 2014

OMEGA Constellation Chronometer Quartz NOS..!


Saat mengunjungi kios jam seorang rekan lama, saya melihat sebuah jam yang menarik perhatian sedang dipakai oleh salah satu penjaga kios tersebut. Saat melihat jam yang kondisinya mulus itu, saya langsung berpikir jam itu akan lebih bagus dipakai oleh istri saya. Langsung saja saya tanya jam tersebut yang ternyata adalah sebuah OMEGA Constellation Chronometer Quartz yang memiliki dial berwarna biru tua. Saat saya menyatakan minat dengan jam tersebut, teman saya mengatakan kalau jam itu sudah ada yang pesan dan ternyata dia mengeluarkan lagi tipe jam yang sama dalam kondisi New Old Stock!...


Saya memang tidak pernah terpikir untuk membeli sebuah jam Omega Constellation Quartz vintage untuk saya pakai sendiri. Saya melihat kondisi Omega yang NOS ini langsung terpikir untuk membelikannya untuk istri saya. Ada beberapa alasan kenapa saya memutuskan untuk membelinya. Pertama, warna biru dialnya sangat menarik dan menurut saya akan bagus dipakai perempuan juga. Kedua, kondisinya yang NOS, bahkan hang tag OMEGA nya belum sempat dilepas dari jamnya. Ketiga, dimensinya yang tidak terlalu besar (sekitar 35mm) akan terlihat pas di tangan istri saya.


Karena jam ini disimpan dalam waktu lama, strap originalnya yang menggunakan sistem perekatan dengan lem telah terlepas bagian dalamnya dan menyisakan bagian luar. Ini adalah PR bagi saya untuk mencarikan strap yang sesuai ukurannya dengan lebar casing dan buckle. Atau, meminta bantuan Mr.Laba-Laba di Cikini untuk dibuatkan lapisan kulit bagian dalam agar terlihat rapih kembali. Pada caseback masih terdapat sticker kode inventaris toko.


Penggunaan desain strap kulit yang tidak menggunakan benang jahit (stichless) ternyata menambah kesan klasik jam ini. Konsekuensi dari strap model ini adalah lepasnya lapisan bagian dalam karena lem yang terkelupas. Bezel jam bergerigi terbuat dari 18K White Gold menambah manis penampilan jam.



Thursday, May 15, 2014

SEIKO Diver Hybrid 'Arnie' H558-5009


 Dalam dunia horology khususnya untuk jam Diver profesional, nama SEIKO masuk dalam daftar jam yang memiliki value for money yang tinggi dengan kinerja jam yang tangguh dan reliable. Seiko Diver tidak hanya dikenal sebagai jam para profesional diver, juga sering terlihat digunakan dalam film-film Hollywood. Pada postingan yang lain di blog ini juga pernah membahas jam Seiko diver yang terlihat dikenakan pada film Hollywood, dan yang paling dikenal adalah Seiko diver vintage 6309 dan 6105. 

Selama ini perhatian saya lebih kepada jam-jam Seiko diver automatic dan tidak banyak exposure untuk Seiko diver quartz. Beberapa teman dalam komunitas pernah membahas beberapa Seiko diver quartz dan yang paling sering terlihat adalah Seiko Diver Tuna. Beberapa kali saya juga pernah membaca tentang salahh satu Seiko diver quartz yang ternyata memiliki peminat yang tidak sedikit, yaitu Seiko diver H558 atau sering disebut 'Arnie'.


 Betul, 'Arnie' disini merujuk pada seorang bintang film Hollywood yang dikenal dengan peran-peran Patriotiknya, yaitu Arnold Schwarzenegger. Arnie memang dikenal sebagai seorang pecinta jam dan sekaligus kolektor jam yang serius, terutama untuk jam-jam dengan diameter besar. Pada sebuah wawancara ekslusif dengan majalah WatchTime, Arnie menunjukkan sebagian koleksi jam tangan besarnya yang ditaruh bertumpuk-tumpuk di salah satu laci kantornya. Seiko 'Arnie' H558-5009 pertama kali terlihat pada film Commando yang mencuatkan nama Arnold Schwarzenegger. Banyak scene dalam film tersebut yang menunjukkan dengan jelas jam tersebut. Seiko H558 yang dikenakan pada film tersebut bukanlah iklan ataupun pesan terselubung dari sponsor. Seiko tersebut merupakan jam kesayangan Arnie yang terlihat sering dia pakai. Bahkan pada film-film dia selanjutnya seperti Raw deal (1986), Predator (1987) dan Running Man (1987), terlihat Arnie selalu mengenakan jam yang sama: Seiko H558.


 Seiko ini ternyata juga selalu menemani Arnie dalam kesehariannya. Foto di bawah adalah foto Arnie saat belum menjadi bintang Hollywood dan masih menjadi atlet binaraga profesional.


 SEIKO H558 adalah Seiko pertama di dunia yang memiliki fungsi digital alarm dan chronograph. Meggunakan 2 penunjuk waktu dan informasi yaitu digital dan analog, karena itu H558 sering disebut sebagai Hybrid Diver Watch. Layar digital diletakkan pada sisi atas dan menyerupai jendela yang memanjang. Jam ini juga dikenakan oleh para pendaki dari Jepang, nepal dan China yang mendaki Gunung Everest pada tahun 1988.


 SEIKO H558 ini diproduksi pada Bulan Maret 1983. Produksi H558 sendiri diperkirakan mulai pada tahun 1982 sampai awal 1990. Selanjutnya diproduksi serial H601 yang memiliki kemiripan dengan H558. Memiliki diameter casing 46mm (tidak termasuk crown) dengan ketebalan12mm dan memiliki lebar lugs 22mm. Seiko ini bagi saya unik karena memiliki shroud dari plastik yang menyerupai 'baju pelindung' seperti halnya yang biasa kita lihat pada seiko diver Tuna. Pelindung dari plastik ini rentan terhadap baret dan pecah karena itu pemakaiannya harus hati-hati.

 Pada case back terdapat logo tsunami untuk menunjukkan bahwa jam ini untuk diver profesional yang sudah memenuhi ISO rated diving. Jam ini saya dapatkan dengan kondisi caseback yang sudah terdapat baret-baret karena dibuka dengan tools yang tidak tepat. Rubber strap saya ganti dengan original rubber strap Seiko yang berdesain lebih sederhana dan modern.



 Awalnya saya menganggap desain H558 ini 'aneh'. Hal ini disebabkan oleh desain dialnya yang kecil dan otomatis membuat jarumnya juga di desain lebih pendek dari seri Seiko diver lainnya. Namun, justru disitulah letak ke khas-an H558 ini. Desain crown utama dibuat besar dan menonjol agar mudah ketika digunakan dan dimensi yang besar semakin menguatkan kesan tangguh dari sebuah jam diver.


 Dengan desain yang sederhana, 'baju pelindung' plastik berwarna hitam, analog-digital movement dan dimensi yang besar membuat penampilan jam ini cukup eye catching...


Friday, April 25, 2014

GIRARD PERREGAUX Sea Hawk II Power Reserve


 "SEA HAWK" adalah salah satu product line dari GIRARD PERREGAUX yang memiliki desain sporty, secara konstruksi tangguh dan Highly water resistant. Nama Sea hawk sendiri sampai saat ini masih diperbincangkan oleh banyak penggemar GP karena ketidak jelasan asal mula nama ini dan kapan secara resmi nama ini digunakan. Apabila melihat dari katalog yang pernah diterbitkan, nama 'Sea hawk' secara resmi ditampilkan pada product line periode tahun 1954. Namun bila merujuk pada bukti empiris terkait produk yang muncul di pasar, nama 'Sea Hawk' sendiri sudah ada pada 10 tahun sebelumnya.. Tepatnya pada tahun 1943, sebuah koran lokal menampilkan promosi jam GP dengan nama 'Sea Hawk'. Pada iklan tersebut, GP Sea hawk disebut sebagai jam yang tangguh untuk digunakan saat perang dan bukan sebagai jam sport.

Pada periode tahun 50-an, GP mulai masuk ke era produksi jam sport khususnya jam diver. 1957, GP mulai memproduksi jam diver yang memiliki depth rating 100 Fathoms (sama dengan 182 meter). Jam diver periode ini sama sekali tidak terlihat seperti jam diver seperti yang kita kenal sekarang karena tidak memiliki rotating bezel. Baru mulai tahun 1960-an, GP mulai memproduksi jam diver yang menggunakan rotating bezel dengan nama 'Deep Diver'. Pada periode itu, IWC juga memproduksi Aquatimer yang memiliki desain mirip GP.


Pada tahun 1989, mulailah era baru bagi GP dengan secara resmi memproduksi Sea Hawk dengan penampilan yang berbeda. Sea hawk produksi awal ini menggunakan 2 varian movement, yaitu ETA base dan Lemania (hanya 500 buah saja). Produksi Sea hawk kemudian dihentikan pada akhir tahun 90-an.

Tahun 2002, GP memproduksi kembali seri Sea hawk dengan memperkenalkan Sea hawk II yang memiliki desain berbeda dari sebelumnya. Selain desain visual berbeda, Sea hawk II sudah menggunakan in-house movement GP Cal.33R0 yang memiliki tambahan feature power reserve yang berada di posisi angka 6. 


GP Sea hawk II ini keluar dalam 2 varian besar yaitu Stainless steel dan Titanium casing. Warna dial berwarna opaline black yang bila dilihat secara seksama permukaan dial sangat halus seperti keramik. Yang unik dari movement Cal.3300 adalah peletakan jendela tanggal yang berada di posisi antara jam 1 dan 2. Sepertinya baru GP yang membuat desain seperti ini. Karena peruntukan jam ini untuk para diver profesional, desain jarum dibuat besar agar mudah secara visual dilihat dalam air. jarum detik memiliki ujung kotak sedikit besar agar mudah terlihat. Desain bezel berwarna silver dengan desain balik dan angka menonjol sehingga lebih 3 dimensi. Desain bezel seperti ini mengingatkan saya pada desain Rolex Yachtmaster dan Blancpain Fifty fathom trilogy.


Case back tidak menggunakan scres system tapi menggunakan 6 buah baut kecil. case back terlihat sederhana tanpa gambar apapun. Desain casing sebelah kanan yang berdekatan dengan crown dibuat lebih menonjol sehingga secara visual casing GP ini terlihat asimetris. Finishing casing adalah polished dan brushed finished yang terlihat sangat jelas. Sisi kanan dan kiri casing dibuat finishing brushed sedangkan lugs bagian atas dan case back adalah polished fisnihed. Strap dibuat dengan material rubber yang sangat baik dengan deployant buckle. jam ini nyaman dipakai karena menempel dengan pas di pergelangan tangan. Mungkin ini disebabkan oleh desain lugs yang menurun sehingga menyesuaikan dengan lekukan pergelangan tangan.


Secara visual, desain dan penampilan jam terlihat bersahaja dan kokoh. Penggunaan angka arabic yang sederhana pada posisi angka 12,3 dan 9 menampilkan desain yang klasik.


Saturday, April 19, 2014

ENICAR Sherpa Super Jet Automatic


ENICAR memiliki sebuah produk yang membawa kepopuleran merk ini khususnya pada periode akhir tahun 50-an sampai akhir 60-an. Tipe itu adalah 'Sherpa'. Nama 'Sherpa' sendiri identik dengan pemandu para pendaki gunung di Himalaya. Apakah ada kaitannya?

Pada 18 Mei 1956, Tim ekspedisi Swiss mencapai puncak Gunung Lhotse (8,516 m) di pegunungan Himalaya, yang 4 hari kemudian diikuti oleh ekspedisi ke puncak Everest (8,848m). Semua anggota ekspedisi saat itu mengenakan jam ENICAR Seapearl. Setiap anggota ekspedisi mengakui kehandalan jam ENICAR mereka dan begitu juga pendapat para Sherpa yang menyertai ekspedisi tersebut. Sayangnya, momen bersejarah itu tidak dipublikasikan dengan baik oleh manajemen ENICAR sehingga nama ENICAR tidak sepopuler ROLEX yang dikenakan oleh Sir Edmond Hillary pada ekspedisi yang sama ke Everest. Nama Sherpa akhirnya dipatenkan pada 6 November 1956. Sejak saat itu ENICAR fokus dengan mengembangkan tipe Sherpa sampai lebih dari 100 jenis yang berbeda. Dan tipe Sherpa yang paling tinggi adalah Sherpa-Graph yang menggunakan movement Valjoux 72.  

ENICAR dikenal sebagai salah satu produsen movement automatic yang handal. Banyak desain ENICAR seperti tidak mengutamakan estetika dalam desain jam. Seringkali desainnya terlihat keluar dari pakem desain pada saat itu. Untuk beberapa tipe sport seperti chronograph dan alarm, ENICAR masih menggunakan movement dari pabrikan lain: Valjoux dan A.Schild. Ketika krisis jam quartz melanda dunia horologi pada akhir tahun 60-an, ENICAR terkena dampak yang besar. Tidak sanggup menghadapi serangan jam quartz murah dari asia, akhirnya manajemen Enicar menjual perusahaan ini kepada konglomerat Hong Kong. Nama Enicar dijual namun tidak berikut movement yang sudah terlanjur diproduksi. Salah satu watchmaker dunia asal jerman Gerd R. Lang membeli semua sisa stock movement lama Enicar. Gerd R. Lang membuat jam dengan nama CHRONOSWISS. Beberapa tipe yang terkenal dari merk ini seperti tipe regulateur menggunakan basis movement dari Enicar.


Salah satu tipe Sherpa yang masuk dalam koleksi saya baru-baru ini adalah Sherpa Super Jet. Tipe ini memiliki inner rotating bezel yang menunjukkan second time zone yang dibedakan dengan 2 warna: Hitam dan kuning muda. Diameter casing adalah 40mm tanpa berikut crtown. Dimensi ini termasuk jam yang oversize pada era tahun 60-an. Meskipun usia jam ini sudah lebih dari 40 tahun, namun akurasinya masih tergolong bagus.