Friday, July 25, 2008

SEIKO 6139-6002: The Story

Apabila anda memang penggemar jam antik, ada beberapa hal yang harus terus anda latih apabila anda bepergian kemanapun terutama saat anda ke pasar atau ke tempat, yaitu:

1) Mata yang awas. Karena mata sangat penting untuk mendeteksi apakah ada jam-jam antik yang menarik perhatian anda saat anda keluyuran di pasar atau di manapun. Karena sudah lebih dari 10 tahun menggeluti hobi ini mata saya menjadi semakin awas dan 'waspada' apabila ada jam yang menarik perhatian saya.

Saat itu saya bersama beberapa rekan kerja sedang bermobil di daerah Rawamangun. Saat itu kami melewati deretan kios pembuat stempel, kartu undangan dll. Pandangan saya (yang katanya sudah terlatih itu) mendapati sosok menarik Seiko 6139 dengan dial kuning yang digantung di etalase yang berisi banyak piala dan sticker2. Dari penglihatan sepintas saya tahu warna kuning dan bezelnya masih bagus. Tapi saya tidak berhenti dan mobil terus untuk cari warung makan di daerah itu. Kebetulan restoran yang kami tuju jaraknya hanya 200 meteran dari kios ini. jadi begitu makan selesai saya buru-buru datangi kios stempel tersebut.
Dugaan saya benar karena seiko 6139-6002 ini masih memiliki dial dan bezel pepsi yang bersih dan rantai original! Namun saat itu jarum semua sudah diganti dengan jarum yang jelek. Jarum jam dan menit berjalan normal tapi fungsi chrono sama sekali mati bahkan kenop chrono bagian bawah macet. Apabila anda menemui keadaan seperti ini anda harus punya kemampuan yang kedua yaitu:

2) Perkiraan untung rugi untuk 'menghidupkan' jam, karena kadang kita menemui jam yang kita sukai namun dalam kondisi mati atau tidak sempurna. kalau harga yang ditawarkan masuk akal anda harus bisa menghitung-hitung (tentu tidak perlu diskusi dengan yang jual) perkiraan biaya yang akan keluar untuk menghidupkan kembali jam tersebut. Pada kasus ini saya sudah memiliki rencana: cari jarum jam aslinya, service mesin dan ganti semua kenopnya. Setelah menghitung-hitung akhirnya saya putuskan ambil jam ini dalam keadaan apa adanya (waktu saya beli jamnya sangat berdebu, entah udah berapa lama digantung disitu..).
Setelah proses kedua dilalui, anda harus punya hal yang ketiga ini yaitu:

3) Punya info/ jaringan/ kenalan tukang service yang jago, hal ini mutlak karena kalau anda beli jam tidak berfungsi sedangkan anda tidak tahu kemana harus dibawa namanya sia-sia. Besoknya saya langsung bawa ke tukang service langganan yang saya tahu dia bisa carikan parts untuk jam ini (jarum dan kenop lengkap). Setelah diskusi dan berikan pengarahan yang detil dan jelas karena kalau nggak tukang service itu akan 'berkreasi' sendiri dengan parts yang dia punya. Harus diberitahu pakem untuk jam ini harusnya pakai jarum dan kenop seperti apa dll. Setelah 1 bulan di opname akhirnya 6002 saya selesai dan sudah dibersihkan dari segala kotoran. Jarum diambil dari bangkai jam sejenis begitu juga kenopnya.
Pasti beda rasanya kalau kita beli jam antik sudah jadi tinggal pake dibandingkan dengan melalui proses seperti ini. Kemampuan nomor 2 adalah paling penting karena kalau kalkulasi kita salah kita nggak dapat jam tapi malah barang rongsok karena ternyata jam itu tidak bisa diperbaiki atau spare partnya sudah tidak ada (saya beberapa kali mengalaminya).

Sepulangnya dari tempat service saya coba pakai sebentar, cek semua fungsinya dan poles kristal hadrlexnya agar lebih sempurna, setelah itu.......masuk koper! dan bobok manis dengan sesama Seiko Automatic Chronograph lainnya!

3 comments:

Anonymous said...

wah..pengalaman bgt bpk yang satu ini salut deh pak..

o iya pak...ngomong2 tempat servis jam yang bagus untuk jam2 antik seperti ini dmn ya..?siapa tau suatu saat dibutuhkan..hehehe

Ayahnya Hikam said...

Mo tanya mas, kalo servis jam tangan yang vintage kaya gene dmn yah ? Saya ada jam peninggalan orang tua, lebih ke nilai keluarganya berniat memperbaiki lagi.

Tks

Dito said...

Iya mo tau dimana tempat service untuk seiko lawas..thanks